Dalam beberapa bulan terakhir, kita mengalami tantangan pangan yang sangat serius dan kita punya pekerjaan rumah untuk angka inflasi pangan bergejolak
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan infrastruktur berkelanjutan berperan penting dalam upaya penguatan ketahanan pangan.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kita mengalami tantangan pangan yang sangat serius dan kita punya pekerjaan rumah untuk angka inflasi pangan bergejolak (volatile food). Inilah salah satu motivasi mengapa menurut saya infrastruktur berkelanjutan untuk ketahanan pangan sangatlah penting,” kata Suahasil saat kegiatan IIF’s Anniversary Dialogue bertema “The Dynamics of Sustainable Infrastructure Financing and Its Roles in Achieving Food Security” di Jakarta, Senin.

Wamenkeu menjelaskan pemerintah berhasil mengantisipasi dampak El Nino sejak awal tahun 2023 dengan baik melalui berbagai intervensi kebijakan di bidang pangan.

Sepanjang musim kemarau, Kementerian Keuangan melakukan banyak intervensi kebijakan yang berbeda terhadap sektor pangan dan infrastruktur. Selain itu, Kementerian Keuangan juga memastikan bahwa masyarakat, petani, hingga konsumen terlindungi dengan baik dari kenaikan harga.

Untuk itu, Wamenkeu menilai infrastruktur berkelanjutan untuk ketahanan pangan menjadi sangat penting. Bukan hanya di sektor pangan, infrastruktur berkelanjutan juga penting untuk sektor lainnya, seperti air bersih, sanitasi, dan energi.

Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, Wamenkeu melihat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memiliki peran penting sebagai katalisator pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui aktivitas pembiayaan yang disalurkan.

Untuk itu, Wamenkeu meminta PT IIF dapat melihat berbagai tantangan yang ada secara komprehensif, kemudian memberikan solusi pembiayaan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), lanjut dia, PT IIF dapat terus bersinergi dan bekerja sama dengan meningkatkan partisipasi swasta dan mitra internasional.

Di samping itu, Wamenkeu berharap PT IIF juga dapat membagikan pengalamannya di komunitas dan forum internasional dalam menghasilkan pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan untuk Indonesia.

Baca juga: TPIP perkuat ketahanan pangan jaga inflasi 2024 sebesar 2,5-1 persen
Baca juga: Menjaga ketahanan pangan di tengah pengurangan pupuk bersubsidi


Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2024