Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bayern Muenchen Thomas Tuchel menegaskan timnya berambisi menghentikan rekor tak terkalahkan Bayer Leverkusen ketika kedua tim bertemu pada pekan ke-21 Liga Jerman di Stadion BayArena, Leverkusen, Sabtu malam waktu setempat.
 
Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, Tuchel menilai laga tersebut merupakan kesempatan bagi timnya untuk mencurahkan segala kemampuan untuk mengambil alih tempat pertama klasemen sementara.
 
"Tiga puluh tim telah mencoba dan gagal. Ada beberapa kemenangan di menit-menit terakhir bagi mereka belakangan ini. Pencapaian mereka sungguh luar biasa. Itu berkat kualitas mereka," ungkap Tuchel.
 
"Kami hanya tertinggal dua poin. Tidak ada alasan untuk bersembunyi. Inilah saatnya untuk meletakkan kartu Anda di atas meja. Kami akan siap menantang Leverkusen. Kami akan pergi ke Leverkusen untuk menang," sambungnya.
 
Pencapaian luar biasa Bayer Leverkusen ini tentu tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih Xabi Alonso yang telah menangani tim tersebut sejak musim lalu.
 
Menanggapi hal tersebut, Tuchel menilai Xabi Alonso sudah meletakkan pondasi yang kuat serta menerapkan perencanaan yang baik salam membangun skuad Bayer Leverkusen.

Baca juga: Dortmund telan Freiburg 3-0, Donyell Malen cetak dua gol
 
"Jejak Xabi Alonso terlihat jelas di sana. Pujian yang sangat besar, namun kami tetap tidak akan mengubah pendekatan kami. Kami punya ruang untuk perbaikan dalam cara kami bermain," jelas Tuchel.
 
"Kami sudah terbiasa dengan hal-hal seperti absen karena cedera dan tidak kehilangan kekuatan. Kami sudah siap dan berangkat ke Leverkusen untuk membalikkan keadaan dan meletakkan kartu kami di atas meja," pungkasnya.
 
Saat ini Bayern Muenchen menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Jerman dengan 50 poin dari 20 pertandingan, hanya berjarak dua poin dari Bayer Leverkusen yang berada di peringkat pertama.

Baca juga: Bayern raih kemenangan untuk tetap tempel Leverkusen di pucuk klasemen
Baca juga: Bayern Muenchen resmi perkenalkan Bryan Zaragoza

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2024