BPPT: BBN lebih murah dari BBM

BPPT: BBN lebih murah dari BBM

Penguji menguji bahan bakar nabati bioetanol yang dibuat dari bahan-bahan alternatif seperti klobot jagung, sekam padi, ilalang, tebu dan jerami. Bahan bakar yang lebih ramah lingkungan itu ditargetkan bisa menggantikan bahan bakar minyak Bumi.(FOTO ANTARA/Syaiful Arif)

Jakarta (ANTARA News) - Bahan Bakar Nabati (BBN) jauh lebih hemat daripada Bahan Bakar Minyak (BBM), kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material, Unggul Priyanto.

"Dibandingkan solar, biodiesel bisa menghemat Rp1.360 per liter," katanya di Jakarta, Senin.

Penggunaan BBN seperti biodiesel berbahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), lanjut dia, juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi impor BBM.

"Apalagi produksi CPO kita sudah berlebih yakni sekitar 25 juta ton per tahun. Sehingga tidak mengganggu kebutuhan pangan di Tanah Air," jelas dia.

Penggunaan BBN juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Bahkan Unggul menyebutnya setara dengan nol emisi.

"CO2 yang keluar kemudian dihisap kembali tumbuhan dan tumbuhan menghasilkan oksigen dan juga bahan bakar. Jadi emisinya setara dengan nol," katanya.

Ia menambahkan, pada 2012 produksi biodiesel hanya 2,2 juta kilo liter dari kapasitas terpasang sekitar 4,5 juta kilo liter. "Jadi masih ada peluang untuk meningkatkan produksi."

Menurut dia, Indonesia perlu meningkatkan pemanfaatan potensi BBN dengan mengembangkan tanaman bahan baku seperti kelapa sawit dan membangun fasilitas produksi yang terintegrasi.

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar