Banjarmasin (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia kini kekurangan pilot untuk membawa delapan helikopter yang bakal dimanfaatkan untuk mendukung transportasi penanggulangan bencana di daerah yang sulit dijangkau dengan angkutan darat.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat HM Jusuf Kalla pada peletakan batu pertama pembangunan gudang logistik PMI di Banjarmasin, Senin, mengungkapkan, saat ini organisasi kemanusiaan tersebut memiliki delapan helikopter, sayangnya belum seluruh pesawat tersebut bisa diterbangkan.

"Sebenarnya kita ingin melengkapi peralatan penanggulangan bencana regional Kalimantan dengan sebuah helikopter, sayangnya hingga kini belum mendapatkan pilot, sehingga helikopter tersebut belum bisa didistribusikan," katanya.

Kalla berharap, dalam waktu yang tidak lama pihaknya bisa mendapatkan pilot yang diharapkan seorang putra yang berasal dari Kalimantan sehingga lebih mengenal karakteristik daerah.

Selain helikopter, tambah dia, diharapkan di gudang PMI regional Kalimantan juga akan menjadi pusat pelatihan bagi relawan PMI untuk bisa mempelajari teknis penanganan bencana secara benar.

Sebab, kata dia, relawan PMI yang cukup banyak tidak akan bermanfaat maksimal tanpa dilengkapi dengan kemampuan dan teknik penanganan bencana secara benar.

"Banyak perlengkapan yang akan kita berikan untuk penangan bencana regional Kalimantan, sehingga relawan bisa dengan cepat melaksanakan pertolongan sebelum enam jam sejak kejadian," katanya.

Terkait manfaat gudang bencana, kata dia, diharapkan mampu menampung kebutuhan atau pendukung penanganan bencana dalam jangka waktu satu bulan, sehingga bisa maksimal dalam membantu korban.

Dalam penanganan bencana, kata dia, PMI harus tetap berada di garis terdepan, dengan selalu mengutamakan koordinasi, yang diawali dari PMI daerah atau kabupaten, bila tidak mampu ke provinsi, kemudian regional baru ke PMI pusat.

Selain itu, tambah Jusuf Kalla, posisi PMI juga harus netral, kendati saat ini pengurusnya kebanyakan dari partai politik. "PMI jangan sampai menjadi alat partai politik," tegasnya.

Hal tersebut, kata dia, karena peran independensi PMI sangat penting dalam melaksanakan tugas, dan bisa menembus segala lini dalam melaksanakan tugas kemanusiaan.

Pernyataan Jusuf Kalla tersebut, menyambung komentar Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin yang mengatakan banyaknya warna dalam tenda yang dimanfaatkan untuk acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan gudang di lahan seluar 10 ribu meter persegi di sekitar Bandara Syamsudin Noor.

"Banyaknya warna, baik itu merah, hijau, kuning, putih dan lainnya, bisa dimaknai bahwa PMI tidak hanya berpihak kepada satu golongan," katanya.

Walaupun, kata dia, dalam pertemuan tersebut hadir beberapa anggota dari partai politik dan kandidat anggota DPR-RI, mulai dari Aditya Mufti Rudy Ariffin, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan beberapa calon legislatif lainnya.

Negara Singapura membangun gudang regional Kalimantan senilai 2 juta dolar Singapura atau sekitar Rp4 miliar lebih di Kalimantan Selatan untuk membantu penanganan bencana di wilayah regional Kalimantan.

Rencana pembangunan gudang tersebut, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia HM Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Presiden PMI Singapura Tee Tua Ba di Banjarmasin.

(U004/T007)

Pewarta: Ulul M
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013