New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah pengumuman mengejutkan pada akhir pekan tentang penarikan diri Larry Summers dari pencalonannya untuk memimpin Federal Reserve AS.

Namun greenback melepas posisi terendahnya karena tindakan Summers meninggalkan sebuah misteri pilihan Gedung Putih untuk menggantikan Ketua Fed Ben Bernanke dan berkembang spekulasi mengenai apakah bank sentral akan mulai mengurangi program stimulusnya setelah pertemuan kebijakan Selasa-Rabu.

Pada 21.00 GMT (Selasa 04.00 WIB), euro berada 1,3337 dolar, dibandingkan dengan 1,3298 dolar pada Jumat sore.

Dolar jatuh menjadi 99,11 yen dari 99,35 yen, dan pound Inggris naik menjadi 1,5897 dolar dari 1,5872 dolar.

Dolar juga turun menjadi 0,9272 franc Swiss dari 0,9289 franc.

Sementara itu, euro sedikit lebih tinggi terhadap mata uang Jepang menjadi 132,20 yen, dibandingkan dengan 132,11 yen pada Jumat.

Summers, secara luas diyakini dipilih Presiden Barack Obama untuk pekerjaan itu, telah diperkirakan akan mendorong Fed menuju sikap kebijakan moneter lebih ketat daripada yang telah dilakukan Bernanke.

Tetapi dia menarik keluar pencalonan namanya pada Minggu (15/9) setelah menghadapi penentangan keras dari anggota Partai Demokrat Obama sendiri, serta dari Partai Republik.

"Itu berpotensi meningkatkan kemungkinan bahwa Wakil Ketua Fed saat ini (Janet) Yellen akan dicalonkan sebagai gantinya, dan karena Yellen umumnya dipandang sebagai tak mungkin mencari penyesuaian cepat untuk sikap kebijakan Fed, imbal hasil obligasi AS dan dolar AS keduanya lebih rendah," kata Nick Bennenbroek, direktur pelaksana Wells Fargo Securities.

Meski begitu, greenback melepas posisi terendahnya pada Senin karena pasar menjadi kurang yakin tentang apa artinya langkah tersebut untuk kebijakan moneter dan suku bunga.

Pembuatan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS akan bertemu pada Selasa dan Rabu yang secara luas diperkirakan akan mulai mengurangi program stimulus pembelian obligasinya.

Tetapi dengan ekonomi masih belum jelas kuat, dan Obama menghadapi pertempuran kuat dengan Kongres atas anggaran dan pagu pinjaman selama minggu-minggu mendatang, beberapa orang berpikir The Fed mungkin tidak memilih sebuah langkah dramatis.

Data tentang produksi industri AS pada Juli dan Agustus yang dirilis Senin menunjukkan pertumbuhan di sektor ini masih goyah (tidak stabil).

"Headwinds kuat selama beberapa kuartal terakhir, termasuk masalah penyerapan dan pertumbuhan di Eropa dan China, telah membuat sulit pemulihan untuk mendapatkan momentum," kata Erik Johnson di IHS Global Insight.

"Tetapi zona euro sedang berkembang lagi, dan ini akan mendukung aktivitas manufaktur selama beberapa kuartal berikutnya," tambahnya.
(A026/S004)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2013