Medan (ANTARA) -
Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution menyebut Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo telah gagal membiakkan harimau, baik harimau Sumatra maupun Benggala dalam beberapa tahun terakhir.
 
"Medan Zoo itu gagal dalam breeding (pembiakan). Dia harimau itu mati, tapi enggak ada penerus. Kita lihat jumlah breeding yang ada di Medan Zoo," ungkap Bobby di Medan, Kamis.
 
Menurut dia, terakhir kali dua bayi harimau Benggala lahir dari induk betina bernama Wesa dan jantan bernama Avatar di Taman Margasatwa Medan Zoo pada 12 Juli 2018.
 
Sejauh ini ada lima ekor harimau mati di Medan Zoo, yakni tiga ekor harimau Sumatra bernama Erha pada 3 November 2023, Nurhaliza pada 31 Desember 2023, dan Bintang Sorik berusia 13 tahun pada 13 Februari 2024.
 
Kemudian dua ekor harimau Benggala bernama Avatar pada 3 Desember 2023 dan Wesa yang berusia sekitar 19 tahun pada 22 Januari 2024.
 
Wali kota menegaskan bahwa harimau di Kebun Binatang Medan bukan tidak boleh mati, karena setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati.

Baca juga: Harimau sumatra kembali mati akibat prognosis infausta di Medan Zoo

Baca juga: Pemkot diminta serius benahi "Medan Zoo" usai empat harimau mati
 
"Makhluk hidup pasti mati. Poinnya itu yang dipersoalkan dia mati, tapi belum sempat ada penerusnya. Masa kebun binatang hewannya enggak ada yang boleh mati," jelas Bobby.
 
Pihaknya juga meminta agar para pemangku kepentingan bersama-sama melihat semua faktor atas kematian lima ekor harimau dalam empat bulan terakhir di Medan Zoo. Mulai dari umur, pola pakan hingga pola perawatannya di Medan Zoo.

Nah ini juga bisa dijadikan salah satu faktor-faktor penyebab dia mati. Makanya itu, saya bilang manajemennya," tegas Bobby.
 
Juru Kampanye Satwa Liar-The Wildlife Whisperer of Sumatra Arisa Mukharliza menyebutkan seekor harimau Sumatra bernama Bintang Sorik mati akibat prognosis infausta (suatu penyakit yang dapat disembuhkan).
 
"Sudah lima ekor harimau mati di Medan Zoo dengan prognosis infausta," kata dia.
 
Kasus harimau di Medan Zoo, lanjut dia, bukan tentang hidup dan mati satwa, namun tanggung jawab dan peran pengelola kebun binatang terhadap taman margasatwa. "Ada tanggung jawab dan peran pengelola kebun binatang," kata Arisa.

Baca juga: KLHK diminta evaluasi Medan Zoo terkait kematian empat ekor harimau

Baca juga: Walhi Sumut: Segera tutup Medan Zoo usai empat ekor harimau mati

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024