Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat turun 10,60 dolar AS atau 0,53 persen menjadi ditutup pada 2.014,90 dolar AS per ounce.
Jakarta (ANTARA) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Kamis (Jumat pagi WIB) seiring dengan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS)

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat turun 10,60 dolar AS atau 0,53 persen menjadi ditutup pada 2.014,90 dolar AS per ounce.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (15/2), bahwa penjualan ritel AS anjlok 0,8 persen di Januari, turun dari kenaikan 0,4 persen pada Desember dan lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,3 persen. Penurunan yang lebih besar dari perkiraan semakin meningkatkan harga emas.

Baca juga: Harga emas turun akibat "follow-through selling pressure"

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada Kamis (15/2) beragam. Federal Reserve melaporkan produksi industri AS turun tipis 0,1 persen pada Januari setelah tidak mencatat perubahan pada Desember.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran awal AS turun menjadi 212 ribu, turun 8 ribu dari level revisi minggu sebelumnya sebesar 220 ribu.

Selain itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York yang mengukur aktivitas manufaktur di negara bagian tersebut, melonjak 41 poin pada Februari, tetapi tetap di bawah breakeven rate sebesar -2,4.

Kemudian juga indeks manufaktur Fed Philadelphia meningkat hingga menjadi 5,2 pada Februari dari -10,6 pada Januari. Ekonom memperkirakan pembacaan -9. Ini adalah pembacaan positif pertama dalam indeks sejak Agustus.

Baca juga: Harga emas Antam Kamis naik Rp1.000 jadi Rp1,115 juta per gram

Terkait logam mulia perak, untuk pengiriman Maret naik 56,40 sen atau 2,52 persen menjadi ditutup pada 22,951 dolar per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April naik 7,90 dolar AS atau 0,88 persen ditutup menjadi 905,20 dolar per ounce.

Penerjemah: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2024