Beberapa komoditas pangan yang harganya mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit merah dan beras
Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali menyusun jadwal pelaksanaan pasar murah untuk menekan kenaikan harga pangan terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Kami upayakan pelaksanaan pasar murah,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Nyoman Widnyana Putra di Denpasar, Jumat.

Beberapa komoditas pangan yang harganya mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit merah dan beras.

Di Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri di Singaraja, Kabupaten Buleleng misalnya harga cabai rawit merah per kilogram mencapai kisaran Rp58.000-Rp60.000 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan Jumat (9/2) yang mencapai Rp32.000-Rp34.000 per kilogram atau naik kisaran Rp26 ribu.

Sedangkan di Pasar Umum Gianyar harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram dibandingkan seminggu sebelumnya yang mencapai Rp38 ribu per kilogram atau naik kisaran Rp22 ribu.

Baca juga: Bulog Bali mulai salurkan lagi bantuan beras hari ini pascapemilu

Baca juga: Bulog Bali datangkan 8.200 ton beras untuk stabilisasi harga 


Di Pasar Badung Denpasar harga cabai rawit merah per kilogram mencapai kisaran Rp45 ribu atau naik sekitar Rp7 ribu dibandingkan Jumat (9/2) yang mencapai Rp38 ribu.

Sementara itu, berdasarkan pantauan harga beras di 60 pasar di seluruh Bali berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura) Bali, rata-rata harga cabai rawit merah per kilogram mencapai Rp52.400 atau naik sekitar 28 persen sebesar Rp14.500 dibandingkan pada Jumat (9/2) mencapai Rp38 ribu.

Bahkan, harga tertinggi tercatat di Kabupaten Klungkung mencapai Rp71 ribu per kilogram atau naik dibandingkan seminggu lalu mencapai Rp34.500.

Untuk itu, pihaknya menyusun jadwal pasar murah menjelang Galungan yakni pada 23 Februari 2024 di sebelah selatan Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar.

Menurut Ketua Tim Pengendalian Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Sri Udayani, kenaikan komoditas hortikultura itu karena terdampak cuaca buruk.

“Cabai rawit mengalami kenaikan kenaikan karena cuaca hujan dan angin sehingga produksi menurun sehingga berpengaruh ke pasokan, sehingga harga ikut naik di pasaran,” katanya.

Selain cabai, harga beras juga mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir.

Harga beras medium tertinggi terjadi Kabupaten Jembrana mencapai Rp15.600 per kilogram dan harga beras premium tertinggi terjadi di Kabupaten Tabanan mencapai Rp16.833 per kilogram dan di Jembrana mencapai Rp16.600 per kilogram.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 7 tahun 2023 harga eceran tertinggi (HET) untuk beras di wilayah Bali mencapai Rp10.900 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900 per kilogram untuk beras premium.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bali mencatat jadwal sementara pasar murah jelang Hari Raya Galungan diadakan di Desa Nyalean, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada 20 Februari.

Kemudian di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli pada 21 Februari dan pada 6 Maret 2024 rencananya di Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Baca juga: Bulog Bali sebut tak ada indikasi kecurangan politik pakai beras

Baca juga: Pemprov Bali: Harga beras tinggi bukan karena tahun politik


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024