Islamabad (ANTARA) - Mantan menteri informasi dan penyiaran Pakistan Murtaza Solangi mengatakan bahwa hubungan Pakistan-China tetap kokoh dan komitmen Pakistan terhadap China serta Koridor Ekonomi China-Pakistan (China-Pakistan Economic Corridor/CPEC) tetap tak tergoyahkan.

Berbicara pada peresmian sebuah wadah pemikir yang berbasis di Islamabad, "Forum Jalur Sutra", di Islamabad pada Selasa (5/3) malam waktu setempat, Solangi mengatakan bahwa China secara konsisten mendukung Pakistan untuk melalui berbagai tantangan, dan rakyat Pakistan selalu bangga dengan persahabatan mereka dengan China.

Dia menambahkan bahwa China merupakan panutan pembangunan bagi Pakistan, dan negaranya dapat mengikuti contoh China dalam meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Ditempat yang sama, seorang senator sekaligus ketua komite pertahanan senat Pakistan Mushahid Hussain Syed mengatakan bahwa China merupakan satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB yang tidak pernah berperang dengan siapa pun.

"Sebaliknya, mereka berperang melawan kemiskinan di negaranya sendiri dan mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan," katanya, seraya menambahkan bahwa rakyat Pakistan merasa bangga karena China merupakan teman yang dapat diandalkan yang meluncurkan CPEC pada 11 tahun lalu.

"China menginvestasikan miliaran dolar AS di Pakistan untuk mendukung perekonomian negara ini, yang tidak diragukan lagi, China (sebenarnya) memiliki pilihan lain yang lebih baik untuk berinvestasi, (saat) Pakistan tidak memiliki investor lain pada 2013."

Diluncurkan pada 2013, CPEC, sebuah proyek unggulan di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang diusulkan oleh China, merupakan koridor yang menghubungkan pelabuhan Gwadar di Pakistan barat daya dengan Kashgar di Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut, yang menyoroti kerja sama energi, transportasi, dan industri.

Di bawah CPEC, Pakistan berhasil mengatasi krisis listrik, ratusan ribu orang mendapatkan pekerjaan, jaringan jalan raya dibangun, dan ribuan pelajar sedang menempuh pendidikan mereka di China saat ini, imbuhnya.

"Pelabuhan Gwadar dibangun, batu bara di daerah terpencil Thar dieksploitasi dan digunakan untuk menghasilkan listrik, semua berkat investasi dan transfer teknologi dari China."
 

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2024