Kalau nggak, terus anak-anak itu gimana? Terus ngadu kepada siapa hayo? Kalau menangani anak-anak seperti itu kan kasihan mereka.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini berpesan kepada para kaum perempuan untuk tidak melupakan peran perempuan sebagai ibu pada Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari ini.
 
"Setinggi apapun jabatan kita, seberapa besar, berapapun pendapatan kita perempuan, kita di rumah tetap seorang ibu dari anak-anak kita, dan seorang istri dari suami kita," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat.
 
Mensos Risma menilai para perempuan tidak boleh sombong, dan melupakan perannya sebagaimana yang telah ditakdirkan untuk menjadi seorang ibu.
 
Ia memberi contoh dengan para penerima manfaat program asistensi usaha Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang digagas oleh Kemensos, di mana terdapat pula penerima manfaat yang merupakan perempuan.

Baca juga: Mensos tekankan disiplin keuangan bagi penerima manfaat program PENA

Baca juga: Kemensos luluskan 7.221 penerima manfaat program PENA
 
Risma menceritakan terdapat seorang perempuan penerima manfaat asal Surabaya, di mana sebelumnya suaminya bekerja sebagai buruh pabrik, dan kini keluar dari pekerjaannya untuk ikut membantu istri dalam menjalankan usahanya.
 
"Waktu saya ngomong (bertanya) 'bu ini gimana, saya minta tolong gini-gini' dia langsung 'pak bos, pak bos,' dia manggil suaminya 'pak bos'. Jadi artinya, tetap ada penghormatan begitu," ungkapnya.
 
Menurut Risma, hal tersebut turut mendidik sebuah keluarga, bahwa ada seorang pemimpin di rumah tersebut.
 
Selain itu, ia mengungkapkan kehadiran seorang ibu berperan besar dalam mendidik anak-anaknya, sebagai tempat pertama seorang anak mengadukan permasalahannya.
 
"Kalau nggak, terus anak-anak itu gimana? Terus ngadu kepada siapa hayo? Kalau menangani anak-anak seperti itu kan kasihan mereka, lah kalau nggak kepada ibunya kepada siapa, hayo?" ucap Tri Rismaharini.*

Baca juga: Mensos Risma merujuk penerima bakti sosial untuk penanganan lanjutan

Baca juga: Mensos beri hunian baru bagi lansia memprihatinkan di Parigi Moutong

Pewarta: Sean Muhamad
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024