Istanbul (ANTARA) - Jumlah pemilih dalam ajang pemilihan presiden Rusia melampaui angka 61 persen, saat pemungutan suara memasuki hari terakhirnya pada Minggu.

Pemungutan suara selama tiga hari untuk memilih pemimpin negara dimulai pada Jumat (15/3) dengan Presiden Vladimir Putin yang mengincar masa jabatan kelimanya.

Tiga kandidat lainnya termasuk Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru, Leonid Slutsky dari Partai Liberal Demokrat Rusia, dan Nikolai Kharitonov dari Partai Komunis.

Berbicara pada konferensi pers di Moskow, Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova, mengatakan jumlah pemilih pada pukul 09.45 waktu Moskow (13.45 WIB) adalah 61,37 persen, dengan memperhitungkan pemungutan suara elektronik jarak jauh.
Baca juga: Pengamat Indonesia: Pilpres Rusia berlangsung meriah

Pamfilova lebih lanjut mengatakan bahwa sekitar 280.000 serangan siber DDoS terhadap pemungutan suara elektronik jarak jauh telah berhasil digagalkan, termasuk 215.000 yang ditujukan secara khusus pada portal pemungutan suara itu sendiri.

Ia juga menyebutkan bahwa pemungutan suara tersebut diawasi oleh 1.115 pengamat dan pakar internasional dari 129 negara.

Tempat pemungutan suara di Rusia dijadwalkan tutup pada pukul 8 malam waktu Moskow, dengan hasil pertama diperkirakan setelah jam 9 malam (01.00 WIB).

Baca juga: Kedutaan Besar Rusia di Jakarta gelar Pemilu 2024
Baca juga: Putin: Rusia bakal bekerja sama dengan pemenang Pilpres AS 2024
Baca juga: PBB kritik rencana Rusia adakan pilpres di wilayah yang dianeksasi


Sumber: Anadolu

Penerjemah: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024