Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka meminta warga mewaspadai penularan demam berdarah dengue (DBD) oleh nyamuk aedes aegypti.

"Hati-hati ya, ada beberapa daerah yang sudah kami fogging," katanya di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Ia mengatakan upaya tersebut sudah dilakukan oleh dinas terkait untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran nyamuk aedes aegypti.

"Pokoknya hati-hati, fogging sudah dijalankan sama dinas," katanya.

Ia mengaku hingga saat ini jumlah kasus DBD di Kota Solo cukup banyak. Ia menyatakan pihaknya tetap berupaya untuk mengendalikannya.

Sementara itu, selain pemberantasan nyamuk, pihaknya juga secara masif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal pemberantasan sarang nyamuk.

"Dari Dinkes mulai intens untuk penanganan," katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Setyowati mengatakan kasus DBD di Kota Solo sejak awal tahun hingga saat ini tercatat sebanyak 32 kasus. Dari total kasus tersebut satu di antaranya meninggal dunia.

"Penanganan agak terlambat. Namun sejauh mana lambat penanganannya kami belum tahu," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini Dinkes tengah melakukan penyelidikan epidemiologi.

"Kami juga mulai intens sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait peningkatan kasus DBD," katanya.

Baca juga: Jakarta Utara awasi PSN di seluruh kelurahan guna kurangi DBD

Baca juga: Jumlah kasus DBD di Bangli naik 65 persen

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024