PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak dilakukannya penyelidikan terhadap sebuah cuplikan rekaman drone yang menunjukkan serangan Israel terhadap empat warga sipil di Gaza.

"Sekjen PBB sangat terganggu dengan rekaman video yang dilaporkan menunjukkan empat warga Palestina yang sedang berjalan kaki dan tampak tidak bersenjata, tewas terbunuh oleh serangan udara Israel di Gaza," kata Farhan Haq, wakil juru bicara Guterres, pada Jumat (22/3).

"Dia mendesak penyelidikan menyeluruh, independen, dan kredibel terhadap insiden tersebut," lanjutnya

Guterres menggarisbawahi bahwa semua pihak yang berkonflik harus mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk prinsip pembedaan, kesepadanan, dan kehati-hatian dalam menyerang, ujar Haq.

Cuplikan video yang diperoleh oleh Al Jazeera itu menunjukkan empat pria yang tampak tidak bersenjata sedang berjalan kaki di sebuah jalan.

Sebuah drone Israel melancarkan serangan terhadap mereka. Dua orang tewas seketika.

Seorang penyintas terlihat terus berjalan ke depan, tampak jelas berupaya melarikan diri. Dia tertembak pada serangan kedua. Satu pria lainnya tampak terhuyung-huyung di jalan dan tertembak oleh peluru berikutnya.

Serangan itu diyakini terjadi pada awal Februari 2024 setelah Israel diperintahkan oleh Mahkamah Internasional untuk mengambil segala langkah guna menghindari aksi genosida, sebut Al Jazeera.

Al Jazeera memverifikasi bahwa serangan tersebut terjadi di Khan Younis di Gaza selatan.

Rekaman itu diambil dari sebuah drone Israel yang jatuh, ungkap Al Jazeera.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024