Quetta, Pakistan (ANTARA News) - Sejumlah orang bersenjata menembak mati enam orang Syiah, Jumat, kata sejumlah pejabat, dalam insiden yang tampaknya merupakan serangan sektarian di wilayah baratdaya Pakistan.

Serangan itu terjadi di sebuah jalan di daerah Muchh, sebelah tenggara Quetta, ibu kota provinsi yang kaya minyak dan gas, Baluchistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan.

"Orang-orang bersenjata menyerang sebuah kendaraan yang membawa delapan orang Syiah, yang sedang kembali ke tempat kerja mereka di pertambangan batu bara, menewaskan enam dari mereka dan melukai satu orang," kata pejabat senior pemerintah daerah, Waheed Shah, kepada AFP.

Ia menambahkan, kelompok orang bersenjata yang bersembunyi di pinggir jalan itu melarikan diri setelah serangan tersebut.

Seorang pejabat lokal lain, Mumtaz Khatran, mengkonfirmasi insiden tersebut dan jumlah korban.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun sejumlah kelompok militan beroperasi aktif di Baluchistan, provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan itu.

Dua serangan bom besar di Quetta pada Januari dan Februari yang ditujukan pada orang Syiah dari komunitas etnik Hazara menewaskan hampir 200 orang.

Separatis Baluchistan mengobarkan kekerasan sejak 2004 untuk menuntut otonomi politik dan pembagian lebih besar dari kekayaan minyak, gas dan mineral di wilayah yang penduduknya dilanda kemiskinan itu.

Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi (LJ) yang terkait dengan Al Qaida juga mengobarkan serangan-serangan terhadap minoritas Syiah, dan beberapa aparat kepolisian di kota itu menyatakan mereka diancam oleh kelompok tersebut.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.
(Uu.M014)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013