Susatyo saat apel pengarahan kepada anak-anak pelaku tawuran di Halaman Balai Kota DKI, Jakarta Pusat mengatakan, sampai saat ini terdapat 170 pelajar dijaring dalam penindakan terhadap tawuran hingga konvoi pelajar.
Saat dikumpulkan di Halaman Balai Kota DKI, ratusan pelajar mengenakan baju sekolah dan baju bebas itu diminta membacakan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka berbaris di hadapan pihak kepolisian dan didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing.
Baca juga: Heru imbau remaja hindari tawuran hingga konvoi selama Ramadhan
Selain itu dilakukan penyitaan terhadap 26 petasan dan 18 buah bendera yang juga diamankan.
"Lalu dua orang 'test urine' positif atas nama DA (16 tahun) dan MAK (22 tahun) diduga menggunakan sabu mengandung zat metavitamin diamankan," ujar Susatyo.
Susatyo menjelaskan, dalam seminggu ini viral di media sosial terkait konvoi pelajar yang kemudian berkembang menjadi tawuran di Salemba. "Kemudian ada juga di kawasan Gunung Sahari dan sebagainya," katanya.
Adapun lokasi yang sering dijadikan ajang keributan dan konvoi di wilayah Polres Metro Jakarta Pusat antara lain Fly Over Roxy Sawah Besar, lampu merah Carolus Senen, Bundaran HI Menteng dan Fly Over Jalan HBR Motik Kemayoran.
Baca juga: Marak konvoi, polisi tangkap 14 remaja di Kemayoran

keamanan serta kenyamanan bersama.
"Kami tidak ingin anak anak kami ini harus meregang nyawa sia-sia di jalanan dan sudah banyak buktinya. Atau ketabrak mobil, kekerasan senjata tajam dan sebagainya bahkan di antaranya ada anak-anak remaja putri," kata Susatyo.
Selain itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.