Jakarta (ANTARA) -
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan bakal mengevaluasi lalu lintas arus mudik menuju ke kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan pemudik ke kapal feri.
 
Dia mengaku pihaknya sudah menemukan sumber permasalahan terkait adanya antrean panjang di kawasan tersebut. Adapun kepadatan yang terjadi di kawasan tersebut terjadi sejak Jumat (5/4) malam.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera bisa diselesaikan," kata Listyo Sigit usai melepas keberangkatan Mudik Gratis Polri Presisi Tahun 2024 di Jakarta, Sabtu.
 
Menurutnya arus mudik untuk penyeberangan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera itu terbatas. Dia mengatakan Pelabuhan Merak memiliki 10 titik penyeberangan dan Pelabuhan Bakauheni (Lampung) memiliki 7 titik penyeberangan.
 
"Sehingga sisanya terpaksa untuk menunggu," katanya.
 
Adapun Polda Banten menyatakan bahwa kepadatan kendaraan pemudik di ruas Tol Jakarta-Merak mulai terjadi sejak Jumat (5/4) malam pukul 23.00 hingga Sabtu dini hari. Volume kendaraan yang masuk ke jalur tersebut pun terus meningkat sejak Sabtu pagi.

Sehingga kepolisian pun telah menerapkan delay system atau sistem tunda di pintu keluar Tol Merak untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik yang menuju Pelabuhan Merak mulai dari rest area KM 43 dan KM 68 Tol Jakarta-Merak.
 
Di sisi lain, kepadatan di titik penyeberangan itu pun menyebabkan puluhan supir truk kendaraan barang logistik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, melakukan protes kepada petugas karena mobil sudah mengantre lama namun tidak kunjung masuk kapal.
 
Salah satu sopir truk pun mengaku sudah mengantre selama 15 jam dan belum kunjung masuk ke kapal penyeberangan karena petugas ASDP mendahulukan kendaraan pribadi untuk memasuki kapal.

Baca juga: Kapolri imbau pemudik keluar tol jika rest area penuh 

Baca juga: Kapolri melepas keberangkatan mudik gratis Lebaran 2024 di Monas

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2024