Calon presiden etnis Sunda fenomena baik

Calon presiden etnis Sunda fenomena baik

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (kanan) bersiap mengikuti sesi pra konvensi dengan anggota Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8). (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

... Tentu ini jadi fenomena yang baik... "
Bandung (ANTARA News) - Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanagara, berpendapat, kemunculan sejumlah nama tokoh dari etnis Sunda atau asal Jawa Barat sebagai calon presiden Indonesia pada Pemilu 2014 itu fenomena baik.

Hingga saat ini, cuma satu putera etnis Sunda yang diberi kepercayaan di posisi wakil presiden, yaitu Umar Wirahadikusumah. Dia mendampingi Presiden Soeharto, dan berlatar belakang (saat itu) perwira tinggi ABRI.

"Sekarang ada Ahmad Heryawan, lalu ada Pramono Edhie Wibowo (mantan Pangdam III Siliwangi) yang tinggal di Bogor. Tentu ini jadi fenomena yang baik," kata Suryanagara, di Kota Bandung, Rabu.

Yang terakhir dia maksud itu asal Purworejo, Jawa Tengah, pensiunan jenderal bintang empat TNI AD, putera kandung almarhum Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie, sekaligus adik ipar kandung Presiden Susilo Yudhoyono. 

Suryanagara, politisi dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat ini menilai wajar jika ada pihak tertentu yang mengusung tokoh etnis Sunda menjadi calon presiden Indonesia. Secara jumlah, etnis Sunda dan keturunannya di dalam dan luar negeri mencapai lebih dari 30 juta jiwa.

Dikatakan dia, sebetulnya Jawa Barat itu telah melahirkan sejumlah tokoh-tokoh yang dikenal dan berkiprah di berbagai bidang, di skala nasional.

Para tokoh tersebut, kata dia, setidaknya pernah sekolah atau pernah tinggal di Jawa Barat.

"Itu 'khan banyak ya, sebut saja Pak Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Pramono Anung, itu jebolan ITB dari Bandung," kata dia.

Kalau memang ada urang Sunda yang memiliki kompetensi dan kemampuan yang baik maka sudah menjadi kewajibannya untuk maju sebagai calon pemimpin di skala nasional.

Akan tetapi pada sisi lain pernyataannya, lanjut dia, dia lebih memilih istilah tokoh Jawa Barat daripada tokoh Sunda, karena dianggap lebih tepat.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Nama capres PDIP tunggu keputusan Megawati

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar