ruang ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitasi parkir, seperti sekolah, perkantoran dan fasilitas umum yang lainnya
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, memanfaatkan ruang publik seperti halaman kantor pemerintah, sekolah maupun tempat terbuka lainnya untuk parkir kendaraan wisatawan apabila kantong parkir di tempat wisata tidak bisa menampung lagi kendaraan saat libur Lebaran 2024.

"Sesuai hasil rapat dan edaran Forkopimda, untuk antisipasi kantong parkir bahwa ruang ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitasi parkir, seperti sekolah, perkantoran dan fasilitas umum yang lainnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Satria Budi saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Kamis.

Ia menuturkan Dinas Perhubungan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut sudah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan wisatawan ke destinasi wisata, salah satunya menyiapkan kantong parkir.

Menurut dia, kantong parkir yang tersedia di kawasan destinasi wisata tidak akan cukup apabila terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, sehingga solusi berupa menyediakan area parkir fasilitas umum seperti sekolah maupun perkantoran yang tidak jauh dari objek wisata.

"Pokoknya semua tempat wisata yang ada ruang publik seperti sekolah, kantor desa dan lapangan bisa dimanfaatkan untuk lahan parkir," kata Satria Budi.

Baca juga: Pj Bupati Garut pastikan kesiapan pariwisata jelang libur Lebaran

Baca juga: Pj Bupati Garut: Kantor camat bisa untuk tempat istirahat pemudik


Ia menyampaikan pengelolaan ruang parkir tersebut dapat dilakukan oleh komunitas yang bergerak di bidang pariwisata, maupun karang taruna desa setempat dengan pengawasan dari pihak kecamatan dan desa.

"Angkanya tetap kita pantau, jangan terlalu merugikan masyarakat, pemerintah desa, kecamatan juga memantau," katanya.

Terkait idealnya besaran tarif parkir di tempat wisata, kata Satria, sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu, jika lebih dari itu apalagi sampai Rp100 ribu dikhawatirkan akan memberatkan pengunjung karena parkir yang mahal.

"Jangan sampai kapok masyarakat, ya Rp5 ribu lah," kata Satria.

Ia menyampaikan arus kendaraan yang menuju objek wisata di hari libur Lebaran sudah mulai ramai, seperti kawasan wisata pantai di selatan Garut, kemudian di tempat wisata lainnya seperti Cipanas, maupun Darajat.

"Sampai saat ini pengunjung seperti di Pameungpeuk (wisata pantai) sudah ada kunjungan wisatawan lokal," katanya.

Baca juga: Dishub: Kendaraan pemudik dari luar kota mulai melintas di Garut

Baca juga: Pemkab Garut larang Delman-becak operasi di jalur mudik mulai 5 April







 

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024