Seoul (ANTARA News) - Korea Utara, Jumat, menyeru China memulangkan para warganya yang baru-baru ini ditangkap saat berusaha melarikan diri ke Korea Selatan, menuduh Seoul membujuk dan menculik rakyatnya.

Pernyataan Komite untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK) datang setelah setidaknya 13 pengungsi dari Korut dilaporkan ditangkap bulan ini di kota Kunming, China barat daya ketika mereka berusaha memasuki Korea Selatan.

"DPRK (Korut) menyeru negara-negara terkait... memulangkan kembali penduduknya secepat mungkin seperti yang ditetapkan hukum internasional", kata juru bicara CPRK, sebagaimana dilaporkan AFP.

Ia menuduh Korsel dan Amerika Serikat menculik para warga Korut untuk menggunakan mereka untuk kampanye anti-Korut.

Kedua negara itu menginfiltrasi organisasi-organisasi komplotan dibawah kedok agama dan hak asasi manusia dan menyediakan dana bagi satu negara ketiga, katanya, agaknya mengacu pada China.

Kelompok-kelompok misionari terlibat dalam membantu orang yang melarikan diri dari Korut ke China. Mereka membantu orang-orang itu transit di China untuk kemudian menuju ke satu negara ketiga, lalu terbang ke Korsel.

"Kasus ini adalah satu tindak kejahatan yang tidak dapat dimaafkan dan tidak etis karena itu adalah satu penculikan yang disengaja dan terorganisasi para warga Korut," kata juru bicara itu, seperti yang dilaporkan AFP.

Dalam 15 tahun belakangan ini, 25.600 Warga Korut melarikan diri untuk menetap di Korsel akibat kelaparan atau penindasan di dalam negeri.

Hampir semuanya melintasi perbatasan Korut ke China.Banyak dari mereka secara diam-diam pergi melalui China ke satu negara ketiga-- sering di Asia Tenggara -- di mana mereka secara diam-diam diatur terbang ke Korsel untuk menetap.

China-- satu-satunya sekutu penting Korut-- menganggap para buron itu adalah para migran ekonomi ilegal bukannya pengungsi dan memulangkan mereka yang ditangkap.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam keras kebijakan Beijing itu. Para buron dapat menghadapi hukuman berat termasuk masuk satu kamp penjara apabila mereka dipulangkan kembali ke Korut.

(H-RN)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2013