SMI awali orasi di depan Istana Merdeka

Jakarta (ANTARA News) -  dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melakukan orasi di depan seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat,Senin siang.

Mereka mengajukan empat tuntutan terhadap pemerintah, yakni penolakan pemilu 2014, penghentian kapitalisme pendidikan, penolakan politik upah murah dan liberalisasi ekonomi.

"Kapitalisme dan rezim elit politik telah gagal menyejahterakan Indonesia. sepanjang sistem kapitalisme masih bercokol tidak ada pendidikan. Upah layak bagi rakyat," kata Ketua Umum SMI, Martin D. Luiz di Jakarta.

Ia menilai Pemilu 2014 bukan solusi untuk rakyat karena menghabiskan anggaran sementara liberasasi sektor ekonomi tidak mensejahterakan rakyat.

"Pendidikan harus gratis hingga perguruan tinggi," ujarnya seraya berorasi.

Menurut Martin, aksi hari ini dilakukan secara damai sebagai sikap politik mahasiswa atas empat persoalan yang menurutnya cukup strategis.

Aksi hari ini diikuti beberapa serikat mahasiswa dari sejumlah daerah seperti Medan, Pringsewu Lampung, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Mataram, Bima, Dompu Ternate, Tidore, Makassar dan Luwu.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 12.45 hingga sekitar pukul 14.30 ini diwarnai aksi teatrikal yang menceritakan terjepitnya mahasiswa dan rakyat oleh pemodal.

Berdasarkan pantauan ANTARA News, saat aksi berlangsung, arus kendaraan di jalan Medan Merdeka Utara relatif lancar sekalipun sempat tersendat akibat pengendara yang melambatkan kendaraannya untuk melihat aksi.

Di depan Istana, nampak kawat berduri setinggi satu meter telah dibentangkan polisi.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Prabowo janji turunkan harga listrik dalam seratus hari kerja

Komentar