Wine dan sampanye juga kena dampak perubahan iklim

Wine dan sampanye juga kena dampak perubahan iklim

Foto ilustrasi deretan botol wine (FOTO ANTARA/Dewi Fajriani)

Jakarta (ANTARA News) - Kualitas minuman sparkling wine, juga sampanye dari Prancis, cava Spanyol, dan prosecco Italia bisa kena dampak perubahan iklim karena pembuatannya bergantung pada berbagai faktor, dari tipe tanah hingga proses pembotolan.

Iklim dan pola cuaca merupakan faktor penting yang berpengaruh pada kualitas minuman tersebut, seperti yang dikutip dari laman Live Science.

Anggur yang akan dibuat sparkling wine, dipetik sebelum benar-benar masak.

Anggur itu dipetik ketika masih kecil, asam, dan mengandung lebih sedikit gula bila dibandingkan dengan anggur untuk non-sparkling wine.

Pengendapan memiliki peranan penting agar anggur mencapai tingkat keasaman dan manis tertentu.

Bila tanaman terkena hujan lebat di akhir musim tanam, buah tumbuh terlalu cepat dan senyawa beraroma yang terkandung didalamnya menjadi cair.

Hasilnya, sparkling wine akan terasa hambar.

Buah juga rentan pecah dan terpapar infeksi.

Sebaliknya, bila terlalu sedikit air di awal musim maka akan memperlambat fotosintesis atau proses yang membuat anggur memproduksi gula.

Hal itu memperlambat kematangan dan nantinya produk akan menjadi asam.

Anggur untuk wine biasanya berkembang di lingkungan yang relatif kering dengan curah hujan yang cukup untuk menjaga akar dan fotosintesis.

Suhu
Anggur tumbuh di iklim sedang. Tanaman itu menderita bila terkena suhu ekstrem panas maupun dingin.

Saat panas, buah rentan masak terlalu cepat. Ketika matang, tingkat keasaman anggur berkurang dan akan terasa lebih manis.

Anggur yang cepat masak tidak dapat mencapai rasa yang pas, hasilnya wine akan asam.

Berdasarkan laporan yang ada di International Journal of Biometeorology (2011), gelombang panas berkepanjangan hingga mencapai 30 derajat Celcius  akan menghasilkan cava berkualitas rendah.

Awan
Awan dapat memperlambat fotosintesis, begitu juga kekeringan dan panas berlebih. Lambatnya fotosintesis membatasi produksi gula dan dapat menghasilkan buah yang asam.

Secara umum, anggur wine bergantung pada cuaca yang relatif hangat dan stabil.

Pola iklim yang tidak menentu membuat kebun anggur menghasilkan produk dengan kualitas yang tidak menentu pula.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar