Ankara (ANTARA News) - Polisi Turki pada Jumat (10/1) menahan 35 orang, termasuk 10 petugas bea cukai, di Provinsi Mersin, Turki Selatan, di tengah penyelidikan mengenai kasus korupsi di seluruh negeri tersebut, demikian laporan kantor berita Anadolu.

Semua 35 orang yang ditahan itu dituduh terlibat dalam perbuatan suap, kata laporan tersebut. Rumah dan tempat kerja mereka pun telah digeledah.

Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai Turki di dalam satu pernyataan mengkonfirmasi 10 petugasnya ditangkap dalam operasi itu, demikian laporan Xinhua.

Sementara itu, Pada Selasa (7/1), 25 pejabat di Provinsi Izmir, Ankara, Istanbul, Hatay dan Van ditangkap.

Pada 17 Desmeber, lebih dari 80 orang, termasuk beberapa pengusaha terkenal yang dekat dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan anak dari tiga menteri, ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan mengenai dugaan suap dan korupsi.

Tak lama setelah itu, Menteri Lingkungan Hidup Erdogan Bayraktar, Menteri Dalam Negeri Muammer Guler dan Menteri Perekonomian Zafer Caglayan mengumumkan pengunduran diri mereka.

Perdana Menteri Erdogan lalu melancarkan perombakan besar kabinetnya.

Guna meredam akibat dari kerusuhan politik tersebut, Pemerintah Turki telah memecat ratusan pejabat polisi di seluruh negeri itu.

(C003)


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014