Industri didorong gunakan KA untuk angkut barang ekspor

Industri didorong gunakan KA untuk angkut barang ekspor

Target Ekspor 2014. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/1). Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor Indonesia senilai 190 miliar dolar AS pada 2014. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) ()

Biaya angkutan saat ini bisa mencapai 30 persen, terlebih bila terjadi hambatan seperti macet atau tercegat banjir bisa lebih tinggi lagi. Sedangkan jalur KA relatif lebih lancar dan sampai ke pelabuhan."
Bandung (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi Jawa Barat mendorong kalangan industri memanfaatkan kereta api dalam mengangkut barang yang akan diekspor.

"Jalur angkutan jalan raya sudah semakin padat, bahkan banyak kendala akibat jumlah kendaraan yang semakin meningkat. Maka kami mendorong agar industri menggunakan angkutan KA untuk mengangkut barang ekspor," kata Ketua Apindo Jabar Deddy Wijaya pada Rakerda BPC HIPMI Kota Bandung, Kamis.

Menurut Deddy, bila ke depan masih mengandalkan angkutan jalan raya, maka biaya operasional khususnya untuk angkutan bisa lebih membengkak.

"Biaya angkutan saat ini bisa mencapai 30 persen, terlebih bila terjadi hambatan seperti macet atau tercegat banjir bisa lebih tinggi lagi. Sedangkan jalur KA relatif lebih lancar dan sampai ke pelabuhan," kata Deddy.

Ia menyebutkan, barang ekspor dari industri di Jawa Barat saat ini menyumbang sekitar 60-70 persen barang yang akan diekspor ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain terkendala kemacetan, menurut Deddy di beberapa lokasi kerusakan infrastruktur jalan juga menghambat pendistribusian, karena tak jarang mengakibatkan kemacetan.

"Saya angkut KA jauh lebih besar dan banyak lagi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua HIPMI Jawa Barat Yedi Karyadi yang menyebutkan beban jalan raya perlu dikurangi untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.

"Jalan raya perlu ada pengurangan beban dan memprioritaskan untuk arus perpindahan orang, sedangkan perpindahan barang sudah waktunya menggunakan angkutan KA," katanya.

Menurut Yedi, pengalihan angkutan barang industri ke angkutan KA barang merupakan langkah bijak yang bisa diambil sekaligus solusi untuk mengurangi kepadatan di jalan raya.

Namun demikian, menurut Yedi PTKA harus meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana angkutannya. Selain menyiapkan rangkaian dan layanan di terminal peti kemas dan ke pelabuhan, juga perlu meningkatkan infrastruktur jalur rel.

"PTKA harus lebih siap, menjawab layanan yang efektif dan efesien, selain itu jalur doble track perlu diperpanjang sehingga layanan lebih luas," kata Yedi. (S033/M008)

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2014

APINDO berharap fleksibilitas bayar THR hingga akhir tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar