Kementan jamin benih disalurkan jika persyaratan lengkap

Kementan jamin benih disalurkan jika persyaratan lengkap

Padi Terancam Puso. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian menjamin benih bantuan dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk para petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat bencana, baik erupsi gunung berapi maupun banjir dapat segera disalurkan.

"Kalau persyaratannya lengkap dalam tempo sehari benih sudah bisa disalurkan," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan Udoro Kasih Anggoro di Jakarta melalui siaran pers yang diterima Antara.

Dia menyatakan, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan benih dari CBN adalah adanya surat pernyataan puso, daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL), persetujuan dinas kabupaten/kota dan persetujuan dinas pertanian provinsi.

Jika satu di antara persyaratan itu tidak terpenuhi, lanjutnya, sulit bagi Kementan menyalurkan bantuan benih dari CBN.

Menurut Anggoro, Kementan sangat berhati-hati dalam penyaluran bantuan, karena belakangan ini banyak pejabat kementerian tersebut yang waktunya habis untuk menjadi saksi berbagai kasus penyelewengan bantuan di berbagai daerah.

Jika ada daerah yang merasa sudah mengajukan namun belum mendapatkan benih dari CBN, menurut dia, bisa jadi ketika sampai di pusat ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga surat ajuannya dikembalikan lagi atau suratnya masih diproses di dinas pertanian, baik kabupaten/kota maupun provinsi.

Anggoro mencontohkan, verifikasi dari Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah mengenai sawah yang puso dan perlu mendapat bantuan benih baru diterima Kamis (27/2) pagi.

Pada hari yang sama Dirjen Tanaman Pangan langsung mengirim surat kepada PT Sang Hyang Seri untuk mengirimkan benih padi dan jagung hibrida sesuai dengan CPCL yang diajukan Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng.

Jadi, tambahnya, jika selama ini belum ada penyaluran karena memang verifikasi di tingkat wilayahnya yang belum selesai.

"Prinsipnya pemerintah tidak akan mempersulit penyaluran benih, karena pemerintah tidak ingin produksi nasional terganggu hanya disebabkan bantuan benih telat. Namun penyaluran itu juga harus dibantu persyaratan yang lengkap agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar