London (ANTARA News) - Desainer muda Indonesia, Dian Pelangi, yang membawa "hijab fashion" ke mancanegara, mengatakan semakin banyak perempuan di Indonesia yang tertarik mengenakan busana muslim yang semakin banyak pilihan baik dari segi desain maupun materialnya.

Hal itu disampaikan Dian Pelangi pada acara dialog mengenai Faith and Fashion yang diadakan University of the Arts of London bersama dengan Dr Carla Jones dari Colorado, Amerika Serikat, demikian Sekretaris Satu KBRI London Hastin Aristya Bakti kepada Antara London, Jumat.

Acara ini diadakan di salah satu dari lima universitas terkemuka atau top universities fashion terbaik di dunia.

Reina Lewis, profesor of cultural studies dari London college of Fashion chairman dalam diskusi memuji presentasi Dian dan mengakui bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu event open discussion/forum diskusi terbuka terbaik yang pernah diadakannya.

Dian menyebutkan bahwa hijab fashion di Indonesia berkembang dengan pesat. Dian juga merasa bangga dapat mendukung pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat hijab fashion pada tahun 2020.

Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta berbagai kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, Dian selama ini aktif mempresentasikan busana muslim rancangannya.

Ketika ditanyakan mengenai ciri khas rancangan busana muslim Indonesia, Dian menyebutkan umumnya banyak bermain dengan warna-warna cerah dan menggunakan material kain yang ringan.

Semakin banyak perempuan di Indonesia yang tertarik mengenakan busana muslim karena bertambah banyaknya pilihan baik dari segi desain maupun material, ujar Dian dalam presentasinya.

Rancangan Dian Pelangi saat ini tidak hanya diterima baik di dalam negeri namun juga di luar negeri.

"Semua rancangan busana muslim saya selalu menggunakan material dari Indonesia yang kaya warna. Saya juga mengikutsertakan kerajinan tangan Indonesia sebagai bagian dari peragaan-peragaan busana yang ditampilkan," ujarnya.

Menurut Dian, keberhasilan usahanya tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga besarnya yang selama ini juga telah menggeluti usaha garmen serta upayanya memanfaatkan jaringan sosial media dan teknologi informasi untuk menampilkan karya-karya desain baru. Dian Pelangi menjadi ikon produk labelnya sendiri.

Sementara itu Dr Carla Jones mengatakan tren busana muslim di Indonesia terus berevolusi dari rancangan yang semula bersifat sederhana menjadi busana-busana yang elegan untuk berbagai suasana karena semakin banyaknya pilihan desain yang ditawarkan.

Minister Counsellor KBRI London, Dino Kusnadi menyatakan sangat bangga dengan turut sertanya Dian Pelangi didalam forum ini dan menyatakan secara positif bahwa ini adalah salah satu keberhasilan program pemerintah dalam mendukung kreasi-kreasi putra putri tanah air.

Masyarakat international melalui pakar pakar fashion seperti Prof Reina Lewis dan Prof Carla Jones menfasilitasi menjadi lebih mengenal perkembangan busana muslim Indonesia termasuk salah satunya adalah Dian Pelangi.

Diskusi juga dihadiri Putri Wulan dari British Embassy Jakarta yang merasa senang dengan respon positif dari penonton dan mengajak putra putri Indonesia lainnya maju berprestasi dan mengenalkan Tanah Air ke dunia international.

Selain itu Berry dan Linda Natalegawa merasa bangga dan yakin Dian Pelangi dengan naluri Indonesia dan kesatuan dalam keragamannya dapat memberikan efek positif mengenai faith in fashion dan fashion Indonesia umumnya di mata dunia International.

(H-ZG/T007)

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014