Polri siapkan delapan lembaga pendidikan untuk 7.000 Polwan

Polri siapkan delapan lembaga pendidikan untuk 7.000 Polwan

Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kiri) menyalami Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti (kanan) usai sertijab Wakapolri di Rupatama Mabes Polri, Jaksel, Selasa (4/3). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Negara Republik Indonesia menyiapkan delapan lembaga pendidikan untuk menampung 7.000 Polwan yang akan direkrut pada 2014.

"Ada delapan lembaga pendidikan yang sudah disetujui anggarannya," kata Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Badrodin menyebutkan delapan lembaga pendidikan itu di antaranya, SPN Polwan, SPN Cisarua, SPN Lido, SPN Mojokerto, Pusdikasum, Pusdikbimas dan Singaraja.

Dia juga mengatakan sudah menyiapkan tenaga pendidik yang sudah diberikan pelatihan dan dimulai pada 2 April mendatang.

Lama pendidikan Polwan tersebut, dia melanjutkan, yakni tujuh bulan.

Dia mengatakan 7.000 Polwan tersebut untuk kebutuhan personel di polsek-polsek, terutama di bawah Polda Metro Jaya.

"Tergantung yang dibutuhkan, memang polsek-polsek tertentu tidak membutuhkan Polwan, tapi kalau di Metro Jaya pasti ada," katanya.

Badrodin mengatakan kebutuhan akan Polwan, salah satunya yakni untuk menangani korban wanita dan anak-anak.

Sebelumnya, dia mengatakan Polri akan merekrut 7.000 Polisi Wanita pada 2014.

"Kita mau terima 7000 Polwan tahun ini," katanya,

Dia menyebutkan saat ini jumlah keseluruhan Polwan di Indonesia baru 15 ribuan, oleh karena itu Polri menambah jumlah Polwan dengan membuka pendaftaran bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dia juga menambahkan terkait anggota polisi laki-laki, Polri akan menerima sebanyak 20.000 personel.

Namun, dari jumlah itu dialihkan sebanyak 7.000 untuk penerimaan Polwan.

"Jadi, sekarang Polwan yang akan kita terima sebanyak 7.000 orang," katanya.

Menurut dia, tidak ada masalah antara promosi jabatan antara polisi wanita dan laki-laki mengingat hanya tiga polwan yang berpangkat Brigadir Jenderal.

Sebab, kata dia, promosi jabatan itu kaitannya dengan kompetensi, masa kerja, tingkat pendidikan dan persyaratan lain.

"Ada mekanismenya. Kalau misalnya yang memenuhi kompetensi banyak, memenuhi syarat, kita tambah," katanya.

Pewarta: Juwita TR
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Polri tetapkan 8 orang tersangka dalam kebakaran Kejagung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar