Garut (ANTARA News) - Tiga jembatan gantung rusak akibat diterjang banjir bandang Sungai Cikandang, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (14/4).

"Ada tiga jembatan yang ditemukan rusak akibat banjir bandang kemarin (Senin)," kata tokoh masyarakat Kecamatan Pakenjeng, Ade Manadin melalui telepon seluler, Selasa.

Ia menuturkan tiga jembatan rusak yakni jembatan Bolang, jembatan Pokor, dan jembatan Cikoneng yang merupakan akses jalan bagi masyarakat menghubungkan Desa Tegalgede dan Desa Tanjung Jaya.

Ia menyebutkan tiga jembatan itu memiliki fungsi yang berbeda, warga biasa menggunakan jembatan Bolang dan Cikoneng untuk akses menuju areal pertanian dan jembatan Pokor untuk akses menuju tempat Sekolah tingkat SD dan SMP.

"Jembatan itu sangat dibutuhkan untuk akses jalan warga untuk pergi ke kebun atau bertani dan untuk anak-anak pergi ke sekolah," katanya.

Menurut dia, jembatan tersebut sudah tidak dapat dilalui, warga harus memutar arah untuk menyeberang sungai yang jarak tempuhnya cukup jauh.

"Jembatan itu sudah tidak bisa dilalui, kami harap pemerintah dapat segera memperbaikinya karena jembatan itu sangat dibutuhkan warga," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut telah memeriksa kondisi daerah yang terkena dampak bencana alam banjir bandang Sungai Cikandang.

Dilaporkan banjir itu merusak jembatan yang membentang Sungai Cikandang serta merusak areal persawahan warga yang baru ditanam padi di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng.

Selain itu, 11 mahasiswa Pecinta Alam Undip Semarang dan STT Garut yang sedang latihan arung jeram di Sungai Cikandang terbawa arus sungai, menyebabkan seorang mahasiswi Undip meninggal dunia.(*)

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014