Hari bumi, Nadya Hutagalung luncurkan kampanye gajah

Hari bumi, Nadya Hutagalung luncurkan kampanye gajah

Nadya Hutagalung (www.flickr.com)

80 persen orang belum tahu kalau gajah harus mati untuk diambil gadingnya,"
Jakarta (ANTARA News) - Bertepatan dengan Hari Bumi 22 April, model dan aktivis lingkungan Nadya Hutagalung meluncurkan kampanye untuk menyelamatkan gajah, Let Elephants Be Elephants (LEBE).

LEBE menitikberatkan pada pertumbuhan permintaan gading di Asia yang berdampak pada populasi gajah di Afrika. Setiap hari, hampir 100 ekor gajah di Afrika dibunuh untuk diambil gadingnya.

Dr Tammie Matson, ahli gajah, mengatakan situasi perburuan gajah semakin memburuk sejak tahun 2006. Gajah mati dibunuh atau diracun oleh pemburu liar untuk diambil gadingnya.

Jumlah perburuan dan  permintaan gading gajah terus meningkat dengan pasar terbesar di Asia, 70 persen di China,kata Matson. Sementara itu, jumlah gajah di dunia kini tinggal 500.000 ekor.

"80 persen orang belum tahu kalau gajah harus mati untuk diambil gadingnya," kata Nadya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa..

LEBE menyasar Asia untuk memberi edukasi tentang gading gajah. Matson mengatakan dengan mengurangi permintaan gading gajah, otomatis perburuan gajah akan berkurang.

Kampanye LEBE diawali dengan peluncuran film dokumenter berjudul sama di saluran berbayar National Geographic. Tayangan selama 30 menit ini rencananya akan ditayangkan selama bulan April-Mei di regional Asia.

"Di Hari Bumi ini, kita berbincang tentang apa yang terjadi terhadap gajah. Tadinya ada jutaan gajah di Afrika, juga Asia. Kita kehilangan hampir 30 ribu ekor tiap tahun," kata Matson.

"Let Eelphants Be Elephants" diproduksi oleh produser Ernest Hariyanto. Selain fil dokumenter itu, kata Nadya, mereka juga akan memuat video lainnya setiap bulan di situs www.letelehantsbeelephants.org.(*)

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Kukang yang tersesat itu telah diselamatkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar