London (ANTARA News) - Harga minyak dunia naik pada Senin, setelah pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur mengklaim bahwa mayoritas pemilih dalam referendum yang disengketakan memilih kemerdekaan, menimbulkan kekhawatiran perang saudara yang bisa mengganggu pasokan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, bertambah 70 sen menjadi 100,69 dolar AS per barel, lapor AFP.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni naik 37 sen menjadi 108,26 dolar AS per barel pada akhir perdagangan di London.

"Dengan meningkatnya risiko ketegangan geopolitik di dalam dan sekitar Ukraina ... pasokan minyak bisa terganggu," ujar Desmond Chua, analis CMC Markets di Singapura.

Pemberontak di provinsi Donetsk, Ukraina, pada Minggu, mengatakan total 89 persen pemilih memberikan suara di sana mendukung pemerintahan sendiri.

Tidak ada kata mendesak dihasilkan dari Lugansk, provinsi lain yang menggelar referendum serupa.

Tetapi suara untuk kemerdekaan diperkirakan menjadi serupa dengan Donetsk, atau bahkan melebihi itu. Dua daerah itu adalah rumah bagi tujuh juta orang, dari total penduduk Ukraina 46 juta.

Barat takut referendum yang disengketakan ini bisa mempercepat perpecahan dari negara bekas Republik Soviet itu dan menyebabkan perang saudara di tepi timur Eropa, mengganggu persediaan dan mengirim harga energi meroket.

Phillip Futures yang berbasis di Singapura mengatakan investor juga khawatir karena Rusia pada pekan lalu meminta Ukraina membayar di muka untuk pengiriman gas alam mendatang, karena miliaran dolar utangnya.

Pengumuman itu membahayakan pasokan ke sebagian besar negara-negara Uni Eropa karena hampir 15 persen dari semua gas Rusia yang dikonsumsi oleh blok 28-negara melewati Ukraina.

AS dan sekutu Eropa Barat yang mendukung pemerintah Ukraina yang pro-Barat menuduh Rusia mengobarkan kerusuhan di wilayah timur negara itu setelah jatuhnya mantan presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych pada Februari. Moskow dengan tegas membantah tuduhan tersebut.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014