Surabaya (ANTARA News) - Kampanye hitam terkait Pilpres 2014 tampaknya mulai menyebar kepada masyarakat lewat SMS dan lainnya.

"Teman-teman guru menerima SMS bahwa kalau Capres Jokowi terpilih maka program sertifikasi dan tunjangan guru akan dihentikan," kata guru SD di Surabaya, Siswoyo, Minggu.

Guru yang sudah belasan tahun mengajar itu menjelaskan teman-temannya resah dengan SMS itu karena itu dia mencari kebenaran isu itu kepada sejumlah orang yang dianggapnya tahu.

"Saya sempat bertanya kepada beberapa pendukung Jokowi dari tingkat kota hingga provinsi, ternyata SMS itu hanya isu yang digunakan untuk kampanye hitam," katanya.

Menanggapi hal itu, koordinator Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia Surabaya Diana AV Sasa menegaskan SMS itu tidak benar.

"Saya berani memastikan isu itu tidak benar, karena kami sudah melakukan konfirmasi ke jaringan kami di pusat, jadi kami siap menerima konfirmasi masyarakat tentang isu-isu negatif," katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jawa Timur Salim Asyhuri membantah isu bahwa organisasi mahasiswa sayap PKB pimpinannya mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 9 Juli 2014.

"Dalam 4-5 hari memang beredar SMS berbunyi Gemasaba Jawa Timur 100 persen Dukung Prabowo-Hatta. SMS ini beredar berantai di kalangan kader Gemasaba se-Jatim dan beberapa sayap PKB lainnya," katanya.

Dia menilai itu kampanye hitam yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah mesin PKB karena PKB adalah salah satu partai koalisi yang mendukung pasangan Jokowi-JK.

Sementara itu, kubu Prabowo-Hatta juga mengaku menerima beberapa kampanye hitam, di antaranya kasus pemukulan oleh Prabowo di KPU, penetapan Suryadharma Ali sebagai tersangka, dan sebagainya, namun pihaknya meyakini masyarakat sudah jeli melihat sesuatu sebagai kampanye hitam atau tidak.

Pewarta: Edy M Ya`kub
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2014