Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Chatib Basri optimitis penyelenggaraan pemilu presiden pada Rabu (9/7) akan berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak yang membuat khawatir para pelaku pasar keuangan.

"Saya percaya kalau pemilu berjalan lancar akan menimbulkan confidence yang baik, selama ini kan takutnya terjadi konflik," katanya di Jakarta, Selasa.

Chatib menjelaskan nilai tukar rupiah yang menguat serta positifnya IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan respon investor atas jalannya pemilihan umum presiden yang lancar dan tanpa gangguan berarti.

"Mungkin yang diinginkan pasar tentu pemilunya berjalan lancar. Mudah-mudahan ini berjalan lancar, karena semua pihak berusaha menjaga," katanya.

Chatib memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali stabil setelah penyelenggaraan pemilu berakhir, karena volatilitas (bergejolaknya) rupiah dalam beberapa bulan terakhir lebih disebabkan karena kompetisi politik yang ketat.

"Rupiah dari 11.900 menjadi 11.600--11.700 dalam waktu satu dua hari berarti confidencenya baik. Dari faktor kepercayaan, pemilu itu temporer, setelah pilpres rupiahnya kembali," katanya.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp11.679 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.712 per dolar AS.

Sementara, Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, dibuka naik menembus level 5.000 poin seiring dengan ekspektasi pasar bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 akan berjalan lancar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dibuka menguat sebesar 19,43 poin atau 0,39 persen ke posisi 5.008,46, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 5,08 poin (0,60 persen) ke level 854,17.

Pilpres 9 Juli 2014 diikuti pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta Joko Widodo- Jusuf Kalla.

(S034/A011)

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014