Tokyo (ANTARA News) - Jepang akan mengajukan protes kepada Rusia setelah kepala staf Presiden Vladimir Putin mengunjungi pulau yang status kepemilikannya masih disengketakan antara Moskow dan Tokyo, demikian Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan pada Rabu.

Komentar Suga tersebut disampaikan setelah kepala staf kepresidenan Sergei Ivanov pada Rabu mengunjungi pulau yang disebut oleh Jepang sebagai "Northern Territories" oleh Jepang dan "Southern Kurils" oleh Rusia.

"Kunjungan oleh tokoh dengan jabatan tinggi dalam pemerintahan Rusia seperti ini adalah tindakan yang berlawanan dengan pendirian Jepang mengenai Northern Territories," kata Suga kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters.

"Tindakan tersebut melukai perasaan warga Jepang dan sangat disesalkan," kata dia.

Dalam sejarahnya, kepulauan sengketa tersebut direbut oleh Uni Soviet dari Jepang pada akhir Perang Dunia II. Sejak saat itu, persoalan teritorial seringkali menghambat hubungan diplomatik antara dua negara.

Meskipun demikian, Suga mengatakan bahwa kunjungan Ivanov tidak akan berdampak pada persetujuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Putin yang dicapai pada Minggu lalu.

Melalui pembicaraan telepon, kedua pemimpin negara itu sepakat untuk menyelesaikan sengketa wilayah dengan jalan diplomatik tanpa menggunakan kekuatan miiliter.

Dalam pembicaraan tersebut, Abe mengusulkan agar Jepang dan Rusia menggelar perundingan di sela acara internasional seperti pertemuan puncak APEC di Beijing pada November mendatang.

Hubungan antara kedua negara pada beberapa bulan terakhir memang sempat memburuk karena sanksi yang diterapkan Jepang kepada Rusia terkait krisis Ukraina.

Di antara sanksi-sanksi tersebut adalah pembatasan visa dan pembekuan aset milik warga Rusia di Jepang.

(Uu.G005)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014