Tokyo (ANTARA News) - Merkurius akan melintasi lingkaran Matahari pada Kamis, kejadian langka di sistem planet yang dikenal nama "singgah", yang terakhir terjadi pada Mei 2003. Jika cuaca bagus, peristiwa itu akan dapat dilihat mulai fajar, namun Pusat Pengamatan Bintang Nasional Jepang memperingatkan risiko jika orang melihat matahari dengan mata telanjang. "Karena Merkurius kecil, maka akan sulit untuk melihatnya dengan mata telanjang bahkan jika anda mengurangi kadar sinar Matahari. Kami meminta para pengamat menggunakan teleskop untuk memproyeksikan gambar Matahari dan bayangan Merkuri pada sehelai kertas putih," menurut observatorium, seperti dilaporkan Kyodo. Menurut Observatorium itu, Merkurius akan memulai gerakannya melintasi Matahari sebelum fajar sekitar pukul 04:00 waktu setempat (sekitar pukul 06:00 WIB), Kamis, dan akan bergerak ke sisi kanan cakram Matahari ketika Matahari mulai terbit, sebelum bergerak menjauh sekitar pukul 09:10 waktu setempat. Peristiwa itu akan terjadi ketika Merkurius, yang lintasan orbitnya lebih dekat dengan matahari dibandingkan Bumi, berada di antara Matahari dan Bumi. Peristiwa itu akan terjadi kembali pada 2016 dan 2019, namun karena kedua peristiwa itu akan terjadi pada malam hari di Jepang, maka kejadian itu tidak akan dapat diamati dari Jepang hingga 2032. Para ilmuwan museum di seluruh penjuru negara tersebut dijadwalkan berkumpul untuk mengamati peristiwa itu. Observatorium Hokkaido Nayoro dan Observatorium Perbintangan Nishi-Harima di Prefektur Hyogo berencana untuk menyiarkan kejadian itu di internet. (*)

Copyright © ANTARA 2006