Jakarta (ANTARA News) - Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) akan menerbitkan Obligasi I tahap I senilai Rp2,2 triliun dan Sukuk Ijarah I tahap I senilai Rp300 miliar, kata Presiden Direktur & CEO Indosat Tbk Alexander Rusli.

"Penerbitan obligasi itu dan sukuk ijarah itu merupakan bagian dari rencana perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil utang," ujar Alexander Rusli di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan perseroan akan melunasi sebagian atau keseluruhan dari beberapa pinjaman perseroan baik dalam denominasi rupiah atau dolar AS. Dana hasil penjualan obligasi akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Ia menambahkan bahwa dengan perseroan membayar lebih awal maka struktur keuangan perseroan dapat lebih sehat. Perusahaan juga berharap dapat mengurangi utang berdominasi dolar menjadi 400 juta dolar AS dari total saat ini 1 miliar dolar AS.

"Sebagian besar kami akan mengurangi utang dolar AS dan mengalihkan ke dalam bentuk rupiah agar dapat mengurangi risiko currency rate yang cukup berfluktuasi di tengah tren penguatan dolar AS," katanya.

Head of Structured Finance PT Mandiri Sekuritas Teguh Wirahadikusuma selaku penjamin emisi obligasi Indosat Tbk mengatakan kendati pasar obligasi dihinggapi kekhawatiran menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi yang bisa memicu kenaikan inflasi, dia meyakini obligasi Indosat masih tetap diminati.




Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2014