Baghdad (ANTARA News) - Kementerian Dalam Negeri Irak, Rabu, mengatakan bahwa seorang wanita yang ditahan pihak berwenang Lebanon bukan istri pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, tetapi saudara perempuan seorang pelaku serangan bom di Irak selatan.

"Wanita yang ditahan pihak berwenang Lebanon adalah Saja Abdul Hamid al-Dulaimi, adik dari Omar Abdul Hamid al-Dulaimi yang ditangkap oleh pihak berwenang dan dijatuhi hukuman mati karena terlibat ledakan-ledakan bom," kata juru bicara kementerian itu Brigjen Saad Maan kepada Reuters.

"Para istri kelompok garis keras al-Baghdadi adalah Asmaa Fawzi Mohammed al-Dulaimi dan Esra Rajab Mahel al-Qaii, dan tidak ada istri Baghdadi yang bernama Saja al-Dulaimi," katanya.

Maan mengatakan Saja Dulaimi lari ke Suriah di mana ia ditahan pihak berwenang. Dia adalah bagian dari satu kelompok tahanan wanita yang dibebaskan untuk ditukar dengan pembebasan satu kelompok biarawati yang ditangkap oleh gerilyawan ISIS di Suriah, katanya.

Para pejabat keamanan di Lebanon mengatakan, Selasa, tentara Lebanon menahan seorang istri dan anak perempuan Baghdadi ketika mereka melintas dari Suriah akhir bulan lalu.

Mereka ditangkap di Lebanon utara setelah wanita itu diketahui menggunakan satu paspor palsu, kata para pejabat. Para penyidik sedang menginterogasi wanita tersebut di Kementerian Pertahanan Lebanon.

(Uu.H-RN)

(Uu.SYS/C/H-RN/C/H-AK) 03-12-2014 16:30:18

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014