Jakarta (ANTARA News) - Topan Hagupit dengan estimasi kekuatan angin mencapai 241 kilometer per jam (kph) diperkirakan mencapai Filipina pada Minggu pagi (7/12), demikian menurut ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center).

Informasi yang diperoleh Antara dari ruang operasi AHA Center di Jakarta, Sabtu, Topan Hagupit pada Sabtu pagi, pukul 04.00 waktu setempat, berada 240 kilometer (km) di sebelah timur laut wilayah Borongan, Samar Timur.

Topan yang dikenal masyarakat lokal sebagai Topan Ruby ini bergerak dengan kecepatan 15 kph. Kecepatan angin tersebut telah menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan perkiraan dan informasi dari ASEAN Disaster Monitoring and Response System (DMRS) dan The Philippines Atmospheric Geophysical and Astrinomical Services Administration (PAGASA), Topan Hagupit akan mencapai utara Samar pada Minggu pagi (7/12).

National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC) mengidentifikasi 49 provinsi di Region IVA, Region IVB, Region V, dan Region VIII berpotensi terkena dampak dari Topan Hagupit dengan perkiraan lintasan mencapai 100 km.

Dampak Topan Hagupit yang membawa angin bersifat merusak dan curah hujan tinggi, dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Wilayah utara dan timur Samar telah menerima peringatan dini badai kategori 3 dengan kekuatan hingga mencapai 185 kph. Sedangkan tingga gelombang diperkirakan dapat mencapai empat hingga lima meter di beberapa provinsi seperti Samar, Leyte, Masbate, Biliran, Cebu, Quezon, dan Camarines Sur.

Pada November 2013, Topan super Haiyan yang masuk kategori lima dengan kecepatan angin mencapai 275 kph juga telah menghantam Provinsi Leyte yang beribu kota Tacloban di Filipina. Ribuan orang tewas dan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Topan super Haiyan yang memiliki nama lain Yolanda tersebut juga telah menyebabkan sekitar 5,2 juta orang kehilangan pekerjaan.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014