counter

Gedung BUMN dijual demi efisiensi

Gedung BUMN dijual demi efisiensi

Rencana Penjualan Gedung BUMN Seorang perempuan melintasi halaman Gedung BUMN di Jakarta, Rabu (17/12). Menteri BUMN Rini Soemarno berniat menjual gedung Kementerian BUMN setinggi 22 lantai yang hanya ditempati 250 orang karyawan guna memangkas pengeluaran kementerian dan biaya operasional. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Pegawai Kementerian BUMN hanya berkisar 250 orang, sehingga banyak ruangan kosong
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN, Rini M Soemarno, berencana menjual aset berupa gedung 21 lantai Kementerian BUMN yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, demi alasan efisiensi dan fokus pada pengelolaan BUMN.

"Kami akan jual gedung ini. Akan kami tawarkan kepada Pemda Provinsi DKI Jakarta, ataupun kepada instansi pemerintahan yang berminat," kata Rini, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Menurut Rini, keputusan untuk melepas gedung tersebut supaya Kementerian BUMN fokus dalam tugasnya mengelola perusahaan milik negara bukan mengelola gedung.

"Pegawai Kementerian BUMN hanya berkisar 250 orang, sehingga banyak ruangan kosong," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan gedung Kementerian BUMN membutuhkan biaya yang sangat mahal, mulai dari biaya listrik, AC, hingga biaya perawatan yang tidak sedikit.

"Demi efisiensi ya...harus dilepas saja. Kami akan mencari gedung atau kantor Kementerian BUMN yang lebih kecil," ujarnya.

Rini menambahkan, rencana penjualan gedung tersebut juga sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brojonegoro.

"Tanggapan Pak Menkeu bagus. Harus efisien. Hasil penjualan gedung juga akan masuk ke APBN tidak kepada Kementerian Keuangan," tegasnya.

Meski demikian, Rini tidak menyebutkan valuasi atau total nilai aset yang akan dijual kementeriannya.

"Masih dihitung, pokoknya pasti tinggi," tegas dia.

Gedung yang sebelumnya merupakan milik PT Garuda Indonesia tersebut terletak di kawasan strategis, berhadapan dengan Monumen Nasional.

"Gedung ini berada di kawasan Ring I Istana Merdeka. Jadi ya ditawarkan kepada instansi pemerintah, bukan kepada swasta," ujarnya.

(R017)

Pewarta:
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar