Jakarta (ANTARA News) - Gerakan sejuta wirausaha diluncurkan di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Jumat, yang diinisiasi oleh Junior Chamber International (JCI) Indonesia bersama Kementerian Koperasi dan UKM.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam sambutannya pada acara inagurasi dan Launching Gerakan Sejuta Wirausaha mengatakan Indonesia masih banyak membutuhkan dorongan untuk memacu pertumbuhan wirausaha baru.

"Menurut catatan kami, saat ini jumlah wirausaha Indonesia baru sekitar 3,87 juta wirausaha atau sekitar 1,56 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 248 juta," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencapai jumlah minimal 2 persen jumlah wirausaha dari total penduduk Indonesia, Indonesia masih membutuhkan 1,09 juta wirausaha baru.

Untuk itulah pihaknya sangat mengharapkan peran JCI Indonesia dalam memacu pertumbuhan wirausaha baru di berbagai pelosok Tanah Air.

Pada kesempatan ini, ia juga mengajak para anggota dan pegiat JCI untuk bekerja sama dalam mengembangkan sejuta wirausaha.

"Melalui kerja sama ini, kita dapat bersama dapat ikut berperan dalam mewujudkan Nawa Cita ke 6 yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya," katanya.

Selain itu juga Nawacita ke 7 yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Menteri mengatakan, dengan keterlibatan JCI Indonesia, ia optimistis Indonesia dapat memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam maupun keanekaragaman budaya untuk menhasilkan berbagai keanekaragaman pangan dan energi sebagai sumber kekuatan baru yang dapat menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan dan energi.

"Kita harus terus berupaya bersatu padu dalam bergotong-royong untuk membangun kekuatan bersama, sehingga kita dapat menjadi bangsa yang berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," katanya.

(H016)

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2015