Selama ini sering dilihat polwan mengenakan seragam dinas seperti laki-laki. Maka dengan pakaian seperti ini (kebaya), bisa mengingatkan para Polwan tentang kodratnya sebagai kaum wanita."
Tulungagung (ANTARA News) - Sejumlah polisi wanita dari Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung menggelar operasi simpatik dengan mengenakan setelan semi kebaya saat mengatur arus lalu lintas di jalan raya Agus Salim, Kota Tulungagung, Jawa Timur, Senin.

"Untuk memperingati Hari Kartini, khususnya kepada Polwan diwajibkan untuk memakai kebaya, hal ini bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita sehingga bisa sejajar dengan pria," ujar KBO Lantas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji di Tulungagung.

Selain mengatur lalu lintas di depan SMPN 1 Tulungagung yang rawan akan kemacetan, para polwan berkebaya ini juga menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika berkendara.

Mereka juga mengingatkan pada orang tua yang mengantar anaknya sekolah agar lebih memperhtikan lagi keselamatan dalam berkendara.

"Sosialisasi bagi pengguna jalan juga dilakukan. Karena bertepatan dengan operasi simpatik," terangnya.

Sumaji juga menambahkan, perjuangan RA Kartini dalam mengangkat harkat dan derajat perempuan belumlah usai.

Saat ini polwan juga mempunyai peranan untuk meneruskan perjuangan Kartini.

"Berkat perjuangan RA. Kartini, sekarang ini derajat wanita sudah sejajar dengan pria," katanya.

Aksi Polwan ber kebaya ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Indra Budiman, salah satu pengguna jalan mengatakan, dirinya sempat kaget ketika melihat ada beberapa polisi berada didepan sekolah putranya.

Dia mengira jika ada razia lalu lintas, namun ketika didekati ternyata terlihat dai beberapa polwan yang mengenakan kebaya sedang mengatur lalu lintas.

"Selama ini sering dilihat polwan mengenakan seragam dinas seperti laki-laki. Maka dengan pakaian seperti ini (kebaya), bisa mengingatkan para Polwan tentang kodratnya sebagai kaum wanita," ujarnya.

Pewarta: Destyan Handri Sujarwoko
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015