Banyuwangi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan memfasilitasi pemulangan jenazah Angeline, anak perempuan berusia delapan tahun yang diduga dibunuh dan jasadnya ditemukan dikubur di belakang rumah orangtua angkatnya di Denpasar, Bali.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, mengatakan pemerintah kabupaten sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membawa pulang jenazah Angeline dari Bali ke Banyuwangi.

"Kami melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Bali, Dinas Sosial, Camat Glenmore (kecamatan tempat keluarga Angeline di Banyuwangi), dan kepolisian. Mereka sudah bergerak untuk memproses pemulangan jenazah," katanya.

Menurut dia Camat Glenmore sudah mengurus persiapan kedatangan jenazah di Dusun Tulungrejo, Wadungpal. Aparat kepolisian juga siap membantu pemulangan jenazah dari Bali ke Banyuwangi.

"Kami juga sudah mengontak pihak operator penyeberangan untuk kelancaran penyeberangan dari Bali ke Banyuwangi saat membawa jenazah adik Angeline," kata Anas.

"Bagaimana pun juga, adik Angeline adalah keturunan warga Banyuwangi yang kebetulan dulu merantau ke Bali. Jadi sesuai dengan keinginan keluarga adik Angeline yang tinggal di Banyuwangi, jenazah dimakamkan di Banyuwangi. Karena itu, Pemkab Banyuwangi dan Ikawangi Bali memfasilitasinya," ujar Anas.


Tersangka pembunuh

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Sudana di Denpasar, Rabu malam, menjelaskan polisi menetapkan Agus (25), pembantu rumah tangga di kediaman keluarga angkat korban, sebagai tersangka pelaku yang terlibat dalam pembunuhan Angeline.

"Dari hasil pemeriksaan kami sementara dari tujuh orang yang kami periksa, Agus telah melakukan kekerasan terhadap Angeline," katanya.

Menurut dia, pria yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, itu sebelumnya diduga melakukan kekerasan seksual terhadap Angeline.

Polisi masih terus mengembangkan kasus itu dan mencari pelaku lain yang terlibat. "Untuk sementara hasil pemeriksaan kami mengarah ke Agus," ucapnya.

Polisi juga memeriksa ibu angkat korban yakni Margriet, dua kakak angkatnya, dua penghuni indekos dan seorang petugas keamanan yang disewa khusus oleh Margaret untuk menjaga rumah itu setelah ramainya pemberitaan terkait Angeline.

Pewarta: Masuki M Astro
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2015