6.453 pendaki upacara kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng

6.453 pendaki upacara kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng

Upacara bendera. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 6.453 pendaki di Sulawesi Selatan memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Malino, Kabupaten Gowa.

"Ini data resmi yang kami himpun sebelum upacara atau sehari sebelum upacara. Jumlahnya ada 6.453 orang dan belum termasuk warga setempat yang biasa juga pergi upacara di puncak," ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Deden Ridwansyah melalui pesan elektroniknya, Senin.

Dia mengatakan, upacara tahunan HUT Kemerdekaan RI di Gunung Bawakaraeng memang selalu menjadi magnet bagi para pendaki dan komunitas pecinta lingkungan.

Karena Gunung Bawakaraeng adalah salah satu gunung tertinggi dan curam dengan ketinggian sekitar 2.845 meter di atas permukaan laut (MDPL) yang ada di Sulsel. Banyak pendaki yang datang dari berbagai kabupaten di Sulsel dan bahkan ada pendaki dari luar Sulsel.

"Kami melakukan pendataan sejak Jumat malam . Jumlah pendaki pun bertambah hingga hari ini pada saat upacara berlangsung," tutur Deden.

Lebih lanjut, Deden menjelaskan ribuan pendaki tersebut terbagi di dua titik yakni Puncak Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma yang berada di sebelahnya.

"Sebagian besar pendaki ke puncak Gunung Bawakaraeng. Kalau kita persentase kan sekitar 70 persen ke Bawakaraeng dan sisanya itu ke Lembah Ramma," urainya.

Irwansyah salah seorang aktivis lingkungan yang ditemui dua hari sebelum pemberangkatan menuturkan bahwa aktivitas pendakian sudah dilakukannya lebih dari 20 tahun.

"Saya sudah lebih dari 20 tahun mendaki dan hampir tiap tahun membawa rombongan pendaki baru dari luar Sulsel. Biasanya ada yang dari Jawa, ada juga dari Pulau Sulawesi," katanya.

Irwansyah mengatakan upacara pengibaran bendera yang setiap tahunnya dia lakukan bersama rekan-rekannya yang lain di puncak Gunung Bawakaraeng dan gunung lainnya adalah sesuatu yang menantang dan untuk memaknai arti perjuangan.

Pewarta: Muh Hasanuddin
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar