Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS pada Juli.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 11 dolar AS, atau 0,98 persen, menjadi menetap di 1.127,90 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas mendapat dukungan karena para pedagang berspekulasi tentang informasi yang terdapat dalam rilis risalah pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Para analis memperkirakan bank sentral AS akan meningkatkan suku bunga pada September, dengan asumsi bahwa data tenaga kerja tetap kuat.

Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan tingkat pengembalian, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Logam mulia mendapat dukungan tambahan ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen naik 0,1 persen pada Juli, yang analis katakan lebih rendah dari yang diharapkan.

Laporan ini juga menunjukkan secara keseluruhan inflasi meningkat 0,2 persen, yang analis catat sebagai angka positif kedua tahun ini.

Para analis juga mengatakan bahwa penurunan di pasar saham global memberikan dorongan untuk emas pada Rabu.

Perak untuk pengiriman September naik 38,9 sen, atau 2,63 persen, menjadi ditutup pada 15,179 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 19 dolar AS, atau 1,91 persen, menjadi ditutup pada 1.013,10 dolar AS per ounce.

(T.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015