Nelayan Aceh Utara tangkap 600 ton ikan tongkol perhari

Nelayan Aceh Utara tangkap 600 ton ikan tongkol perhari

Kapal Vietnam Dua petugas berada diatas kapal Vietnam yang berhasil ditangkap di dermaga Direktorat Polisi Perairan Polda Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (30/6/15). (ANTARA FOTO/Yohanes Irawan)

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA News) - Sejumlah nelayan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mampu menangkap ikan tongkol dalam setiap harinya mencapai 100-200 tong fiber, apabila dikalkulasikan bisa mencapai 600 ton per harinya.

Salah seorang nelayan Husaini yang ditemui di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Husaini mengatakan, melimpahnya hasil tangkapan ikan tongkol tersebut telah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

"Akibat banyaknya hasil tangkapan ikan tongkol, maka harganya pun sangat terjangkau, yaitu mencapai Rp10.000/kg dan dua kilogram Rp15.000, hal ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu," ujar Husaini.

Husaini menambahkan, banyaknya hasil tangkapan ikan tongkol tersebut bukan hanya terjadi diwilayah Kabupaten Aceh Utara saja, melainkan di Kota Lhokseumawe juga terjadi hal yang serupa.

Sehingga hasil tangkapan tersebut dikirim ke daerah-daerah lain, seperti Kota Langsa dan Banda Aceh. Apabila tidak dikirim keluar daerah, maka akan booming ikan tongkol untuk pasar Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Sepertinya kebutuhan ikan tongkol untuk daerah sudah melebihan kebutuhan, sehingga banyak yang kita kirim ke daerah-daerah lain, apabila tidak kita kirim maka ikan tersebut akan membanjiri pasar dan harganya akan semakin anjlok," tutur Husaini.

Saat nelayan mulai membongkar hasil tangkapannya, ikan-ikan tersebut langsung diangkut dengan menggunakan becak dan mobil Pick-up, yang kemudian dikirim ke berbagai daerah di Aceh Utara dan kabupaten/kota lainnya.

Bagi pedagang ikan harian juga memborong beberapa fiber ikan kemudian di jual secara eceran kepada warga langsung di PPI tersebut, sementara masyarakat silih berganti berdatangan membeli ikan segar di lokasi tersebut.

Mayoritas warga membeli dalam jumlah yang besar, karena harganya murah dibandingkan harga ikan sebelumnya yang melambung.

Pewarta: Mukhlis
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menteri KP: saatnya isi zona ekonomi eksklusif dengan nelayan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar