Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perencanaan impor sapi untuk pengadaan pasokan dalam setahun akan mulai dilakukan sejak awal tahun.

"Hal itu berlaku mulai 2016," kata Darmin seusai rapat koordinasi membahas impor sapi di Jakarta, Jumat.

Paling lambat awal tahun, lanjut dia, impor sapi akan dihitung dan diumumkan untuk satu tahun. "Ini agar perencanaannya (untuk impor) lebih baik," ucapnya.

Salah satu alasan keputusan impor dalam setahun diumumkan pada awal tahun, kata Darmin, sebagai upaya mempermudah pengadaan transportasi kapal dan menekan biaya logistik yang selama ini membebani importir.

"Setelah diumumkan, silakan membuat perencanaan sendiri-sendiri agar bisa dapat (biaya) kapal yang lebih murah sehingga harganya juga lebih murah. Tidak seperti tahun ini, (keputusan impor) per kuartalan, akhirnya lebih mahal," ujarnya.

Terkait dengan keputusan negara asal impor, pemerintah akan memberlakukan sistem zona, bukan lagi spesifik dari negara tertentu, asalkan daging sapi yang diimpor bebas dari penyakit berbahaya kuku dan mulut.

Dalam kesempatan yang sama, Darmin memastikan dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan impor 10.000 ton daging sapi untuk pengadaan pasokan dari Selandia Baru, paling cepat sebelum berakhirnya tahun 2015.

"Memang kelihatannya harus dijaga betul agar tidak kekurangan, akan ada impor daging dari New Zealand sebanyak 10.000 ton. Itu untuk bulan depan agar cukup, tetapi untuk bulan-bulan berikutnya akan dibicarakan lagi," katanya.

Selain itu, pada Triwulan IV 2015, pemerintah juga akan mengimpor 200.000 ekor sapi bakalan dan rekomendasinya sudah ditandatangani oleh Menteri Pertanian serta perizinannya oleh Menteri Perdagangan.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2015