10 penerbangan dari bandara Pekanbaru batal akibat asap

10 penerbangan dari bandara Pekanbaru batal akibat asap

Kabut Asap Pekanbaru Sebuah perahu melintas di Sungai Siak yang dipenuhi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Selasa (1/9). Sebagian wilayah di Riau masih diselimuti kabut asap pekat dampak kebakaran hutan dan lahan sementara pemda setempat menghimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan masker pelindung pernapasan bila beraktivitas di luar ruangan. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman) ()

Pekanbaru (ANTARA News) - Otoritas Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, menyatakan 10 jadwal penerbangan hingga siang ini dibatalkan akibat terpaan kabut asap.

"Hingga siang ini belum ada satupun pesawat yang mendarat atau "take off". Ada 10 jadwal yang dipastikan cance," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan kepada Antara di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan ke 10 penerbangan yang dibatalkan tersebut dari tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air. Selanjutnya hingga berita ini diturunkan, Ibnu mengatakan jarak pandang berkisar 700 meter.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hari ini dijadwalkan terdapat 70 penerbangan. Ia berharap kondisi cuaca menjadi lebih baik sehingga sebagian maskapai dapat melakukan penerbangan menjelang petang.

"Jarak pandang tampak membaik, namun terkadang turun lagi. Sekarang masih 700 meter. Mudah-mudahan menjelang sore cuaca membaik sehingga tidak ada lagi pembatalan," ujarnya.

Saat ini terdapat 11 maskapai yang melayani sekitar 70 rute penerbangan domestik dan internasional di Bandara SSK II Pekanbaru setiap harinya.

Selasa ini merupakan hari ke empat aktivitas penerbangan terganggu sejak Sabtu lalu (26/9). Ratusan jadwa penerbangan terganggu dari penundaan hingga pembatalan.

Bandara SSK II Pekanbaru sejak 2 September 2015 lalu terus mengalami gangguan penerbangan akibat kabut asap. Setiap harinya puluhan penerbangan mengalami gangguan baik itu pembatalan maupun keterlambatan.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap pekat kiriman masih akan menyelimuti sebagian wilayah Riau hingga mengakibatkan jarak pandang terbatas berkisar 100 meter.

"Saat ini arah angin cenderung ke Riau. Sementara arah angin yang melintasi Riau berbelok menuju tenggara dan menyebabkan kecepatan angin berkurang. Untuk itu kabut kiriman dari Sumsel dan Jambi sulit untuk dihindari," jelas Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan BMKG Pekanbaru pada Selasa pukul 07.00 WIB terdapat sejumlah wilayah yang masih diselimuti kabut asap pekat dalam sepekan terakhir yakni Pekanbaru, Rengat, Dumai dan Pelalawan.

"Di Pekanbaru jarak pandang terpantau 200 meter. Pelalawan dan Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu terpantau 100 meter. Sementara Dumai 1.000 meter," ujar Sugarin.

Selanjutnya berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua, terdeteksi sebanyak 190 titik panas di Sumatera. Sebagian besar titik panas terkosentrasi di Sumatera Selatan dengan 178 titik, Jambi 11 titik dan Bangka Belitung satu titik.

Pewarta: Fazar Muhardi dan Anggi Romadhoni
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar