Nadia Hutagalung ajak peduli kelestarian gajah

Nadia Hutagalung ajak peduli kelestarian gajah

Pemenang kompetisi seni ilustrasi yang diselenggarakan Let Elephants be Elephants (LEBE) dan perusahaan perhiasan berlian Frank & co. (Frank & co.)

Jakarta (ANTARA News) - Nadia Hutagalung melalui Let Elephants be Elephants (LEBE) dan perusahaan perhiasan berlian Frank & co. mengadakan kompetisi seni ilustrasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kelestarian gajah. Peserta diminta untuk mengirimkan karya seni berupa ilustrasi yang terinspirasi dari kehidupan gajah.

Dalam siaran pers dari Frank & co, Senin, disebutkan bahwa telah terpilih 12 pemenang yang mengikuti kegiatan untuk meningkatkan rasa peduli terhadap kelestarian gajah pada 8 Oktober silam.

Kompetisi pertama yang merupakan kolaborasi Frank & co. bersama LEBE telah menarik sebanyak 1170 karya seni yang terinspirasi dari kehidupan gajah.

Antusiasme kepedulian masyarakat dapat dilihat lewat tagar #riseoftheelephant di media sosial Instagram.

Let Elephants Be Elephants adalah proyek yang digagas Nadya Hutagalung dan ahli ilmu hewan Dr Tammie Matson. LEBE dibuat untuk memberikan suara pada konsumen dan menurunkan permintaan atas gading gajah dengan meningkatkan kesadaran mengenai hubungan antara meningkatnya perburuan gajah di Afrika dan pembeli gading di Asia.

Data dari WWF menyebutkan bahwa saat ini di Sumatera terdapat kurang dari 2.800 gajah, berkurang 80 persen selama 25 tahun terakhir.  Penyebab utama berkurangnya jumlah populasi gajah adalah semakin berkurangnya habitat mereka di Sumatera.  Area hutan dibabat untuk kebutuhan pertanian, seperti industri pulp dan kertas serta perkebunan kelapa sawit. Bila dibiarkan, para ahli memperkirakan bahwa gajah akan punah dalam waktu tidak kurang dari 30 tahun lagi.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Populasi gajah liar di Aceh tinggal 539 ekor

Komentar