counter

Wali Kota Tangerang: Perda Diniyah segera disahkan

Wali Kota Tangerang: Perda Diniyah segera disahkan

Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (FOTO ANTARA/HO-Andri)

Tangerang (ANTARA News) - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Diniyah yang saat ini masih dibahas bersama DPRD akan segera disahkan menjadi Perda.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Tangerang, Senin, mengatakan, ke depannya akan ada pemberian insentif bagi seluruh guru diniyah yang ada di Kota Tangerang.

"Perda ini memberikan kesejahteraan bagi para guru diniyah. Maka itu, kami harapkan agar ini bisa segera disahkan," katanya.

Dengan begitu, lanjut Wali Kota, diharapkan dapat semakin memacu dan meningkatkan semangat para guru diniyah dalam memberikan setiap ilmu dan nilai-nilai positif keagamaan kepada para peserta didik.

Sehingga upaya Pemkot Tangerang untuk terus mencetak generasi yang kaya iman, ilmu dan kaya hati dapat tercapai.

Wali Kota juga mengapresiasi terkait pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat nasional di Kota Tangerang.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Porsadin di Ponpes Assidiqiyah Batuceper menuturkan keberadaan diniyah yang berjumlah sekitar 84.000 tersebar di seluruh nusantara.

Rinciannya yakni 370 ribu pengajar dan empat juta santri. Hal ini menunjukkan madrasah diniyah memiliki andil besar dalam membangun akhlak masyarakat Indonesia dan juga paham keislaman yang ada di Indonesia.

Ia berharap keberadaan diniyah selain mampu meningkatkan kualitas akademik, mental dan spiritual para peserta didik melalui pendidikan keagamaan yang diberikan, juga dapat meningkatkan prestasi dibidang lainnya seperti olahraga serta seni.

Perlu diketahui, Porsadin diikuti oleh perwakilan pesantren yang ada di 31 propinsi yang ada di indonesia. Mereka dijaring dari perlombaan sebelumnya di tingkat provinsi masing masing, sebelum kemudian mewakili provinsinya pada gelaran tingkat nasional kali ini.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar