Jakarta (ANTARA News) - Masih lekat di benak Maulana Ichsan Arfianto (15) kenangan saat ia menyaksikan idolanya Cristiano Ronaldo latihan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, beberapa waktu lalu.

"Dia pakai celana panjang training, jaket putih," kata Maulana, gelandang bertahan tim sepak bola Rumah Susun Daan Mogot, kepada Antara News, Rabu.

Wajah CR7 kala berlatih sangat serius, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kata Maulana, yang bersama kawan-kawannya mendapat kesempatan melihat Sergio Ramos, Pepe, James Rodriguez dan Gareth Bale berlatih bersama Ronaldo.

"Senang banget. Enggak menyangka," kata siswa kelas dua Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Barat itu.

Sayangnya Maulana dan kawan-kawannya tidak diizinkan memotret selama menonton latihan tim Real Madrid karena peraturan yang berlaku mengharuskan demikian.

"Tepuk tangan pun tidak boleh," kenang dia.

Tim Rusun Daan Mogot, yang anggotanya berusia di bawah 16 tahun, bisa mengunjungi Madrid dan Barcelona karena menjuarai Jakarta Football Festival Rusun Cup 2015.

Mereka mengalahkan tim Rusun Pulo Gebang dengan skor 4-0 pada final kejuaraan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Perkumpulan Sepak Bola Uni Papua itu.

Kemenangan itu membawa 22 anggota tim beserta pelatih mereka bertolak ke Spanyol pada pertengahan Desember dan berada di sana selama satu minggu.


Seperti Mimpi

Kapten Tim Rusun Daan Mogot Muhammad Naufal tidak menyangka ia dan kawan-kawannya bisa keluar sebagai juara, bisa naik pesawat terbang untuk pertama kalinya dan mengunjungi Spanyol.

"Kayak mimpi," kata Naufal (15), yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola.

Selama berada di Spanyol, mereka sempat mendengarkan nasihat dari perwakilan tim sepak bola di Madrid dan Barcelona agar memelihara ambisi serta menghormati, berusaha, bersikap rendah hati dan bekerja sama dalam menekuni sepak bola.

Mereka juga sempat mengikuti pertandingan persahabatan melawan siswa sekolah sepak bola Inter Espana, tujuh lawan tujuh.

Ketika itu dingin, suhu sampai lima derajat Celsius, dan mereka bermain sore hari pukul 18.30.

"Dingin banget, kami pakai kaus saja," kata Maulana.

Bagi Maulana, melawan pemain asing sama saja seperti saat bermain di Tanah Air.

"Mereka mainnya tenang banget, fokus dan ngerti cara bermain," kata dia.

Dua kali bertanding, mereka sempat mengungguli tim Inter Espana dengan skor 5-2.

"Senang dan bangga bisa lawan mereka," kata Sobri, anggota tim yang juga berangkat ke Spanyol.

David K Wiranata, ketua tim keberangkatan ke Spanyol, mengatakan bahwa menurut penuturan staf kedutaan Indonesia di sana, sekolah tersebut kerap memutarkan film sebelum mereka bertanding untuk memotivasi para pemain.

"Film anak-anak Indonesia lagi latihan dengan fasilitas minim," kata David.


Duta Rusun

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Ika Lestari Aji menyatakan 22 orang yang berangkat ke Spanyol itu merupakan Duta Rusunawa yang diharapkan bisa menjadi motivator dan penggerak pemuda di rumah susun.

"Supaya bisa menyalurkan semangat mereka. Orangtua pun dapat mendorong anak-anaknya untuk berolahraga atau aktivitas lainnya," kata Ika usai menerima kunjungan tim Rusun Daan Mogot.

Mereka diharapkan bisa berbagi pengalaman dengan teman sebaya di rumah susun dan dapat memicu semangat mereka untuk mencetak prestasi.

Ika akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan pemberian beasiswa pendidikan bagi pemenang lomba tersebut dan berharap setiap tahun ada duta rusun yang meneruskan semangat kepada para pemuda.


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2015