Baghdad (ANTARA News) - Tiga lagi tentara Amerika Serikat tewas di Irak, kata tentara hari Rabu. Satu marinir dan satu tentara tewas hari Selasa "saat melaksanakan tugas tempur" di Anbar, propinsi di barat Bagdad, yang menjadi ajang perlawanan Arab Sunni, kata dua pernyataan terpisah. Satu tentara, yang ikut dalam gerakan pembersihan di utara Bagdad, juga tewas akibat baku-tembak hari Selasa, tambah tentara kemudian. Kematian itu menjadikan 3.142 tentara Amerika Serikat tewas di Irak sejak serbuan bulan Maret 2003, kata hitungan kantor berita Prancis AFP berdasarkan atas angka Pentagon, sementara angka kantor berita Inggris Reuters menunjukkan tentara Amerika Serikat tewas mencapai 3.148 orang. Tentara Amerika Serikat hari Rabu menyatakan laporan awal mengisyaratkan helikopter Black Hawk dengan sembilan orang di dalamnya "mendarat keras" di utara Bagdad. Tak jelas mengapa helikopter tersebut mendarat seperti itu. Jurubicara tentara Amerika Serikat, Mayor Jenderal William Caldwell, menyatakan helikopter lain mengambil penumpang korban itu. Pejuang menembak jatuh tujuh helikopter di Irak sejak 20 Januari, menewaskan 28 orang, sebagian besar tentara Amerika Serikat. Lima dari helikopter itu adalah pesawat tentara Amerika Serikat dan dua milik perusahaan swasta keamanan Amerika Serikat. Jumlah besar kerugian itu mengangkat pertanyaan tentang apakah pejuang memakai siasat baru, seperti, mempelajari pola penerbangan pesawat, atau memperoleh persenjataan canggih. Komandan Amerika Serikat menyatakan satu sebab mereka percaya pejuang memusatkan perhatian pada helikopter untuk melemahkan gerakan keamanan di Bagdad, yang secara resmi dimulai pekan lalu. Sembilan tentara Amerika Serikat tewas di Irak, kata pernyataan tentara hari Senin. Satu regu tentara Amerika Serikat sedang meronda di baratdaya Bagdad hari Senin "ketika sebuah bom rakitan meledak, menewaskan tiga tentara dan melukai dua yang lain", kata pernyataan, menggunakan istilah tentara untuk bom buatan rumahan. Pada dinihari hari itu, seorang pembom jibaku menyerang pos terdepan Amerika Serikat di utara Bagdad, meledakkan sebuah kendaraan, yang dimuati bom dan menewaskan dua tentara serta melukai 17 orang lain, kata tentara. Secara terpisah, tentara mengumumkan tiga marinir tewas "dalam pertempuran" dan satu tentara dalam tiga hari di propinsi Anbar di Irak barat. Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan bahwa serangan Senin dinihari itu ditujukan pada pangkalan Amerika Serikat di Tarmiyah, sekitar 30 kilometer di utara ibukota Bagdad. "Gerilyawan memulai serangan di pos terdepan itu dengan satu ledakan kendaraan bunuhdiri, yang dimuati bom rakitan," kata pernyataan Amerika Serikat tersebut, "Tempat serangan itu telah diamankan dan tentara yang luka sudah diungsikan." Bom mobil bunuhdiri merupakan pertanda gerilya Arab Sunni Irak dan sering digunakan dalam serangan pada peronda Amerika Serikat dan tentara Irak serta warga. Kendati jarang, empat pembom dapat menyerang tepat kedudukan Amerika Serikat. Serangan itu terjadi ketika ribuan tentara Amerika Serikat dan Irak meneruskan gerakan keamanan di dekat Bagdad, tempat mereka berupaya memadamkan perang aliran antara kelompok Sunni dan Syiah, yang bersaing. (*)

Copyright © ANTARA 2007