Jakarta (ANTARA News) - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Paskah Suzetta, menyatakan bahwa inflasi pada Februari ini akan lebih rendah dari Januari yang sebesar 1,04 persen. "Inflasi `month to month` (bulanan) itu yang tinggi bulan Januari, yang mencapai di atas satu persen 'kan. Di bulan Februari ternyata tdk begitu signifikan," katanya di Jakarta, Selasa. Inflasi yang lebih rendah itu, menurut Paskah, terjadi karena telah hilangnya pengaruh banjir dan harga beras yang diperkirakan akan kembali stabil, setelah sempat mencapai level Rp6.000 per kg. "Banjirnya juga kan sekarang sudah reda sehingga tidak menimbulkan inflasi tinggi. Meski sekarang harga beras masih naik tapi sudah masuk panen. Dan April akan lebih terkontrol dan terkendali harga berasnya. Produksi masih tetap ada yang kita harapkan setelah banjir ini," katanya. Selain itu, katanya, harga beras yang dihitung Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan kombinasi antara harga yang dikonsumsi oleh beras untuk segmen masyarakat kelas atas dan bawah. "Padahal kelas bawah, ada operasi pasar dari beras Bulog yang mencapai sasaran. Tapi masalahnya itu dikombinasikan dengan beras yg dikonsumsikan kelas atas," katanya. Menurutnya, hasil sensus BPS harus menjelaskan bahwa kenaikan harga beras yang tinggi itu untuk masyarakat kelas atas. Sedangkan untuk pertumbuhan, katanya, pemerintah tetap optimistik bahwa target pemerintah pada 2007 sebesar 6,3 persen dapat dicapai. "Tidak ada koreksi," katanya saat ditanya apakah akan ada koreksi pertumbuhan ekonomi.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007